Minuman isotonik adalah satu-satunya minuman, selain air putih, yang digadang-gadang bisa menggantikan cairan tubuh. Tapi, apakah sebenarnya minuman atau cairan isotonik itu?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokter spesialis kedokteran okupasi, Maya Setyawati, minuman isotonik hanya cocok digunakan untuk orang yang sedang mengalami dehidrasi.
"Dehidrasi itu cairan yang keluar disertai keluarnya garam mineral atau elektrolit," kata Maya saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan, kondisi keluarnya cairan yang disertai garam mineral bisa ditunjau dari keringat yang lebih pekat.
Kondisi tersebut terjadi ketika melakukan aktivitas yang lebih berat dari biasanya. Ketika itu tubuh akan bekerja lebih keras sehingga cairan yang keluar akan lebih banyak. "Pada keadaan biasa, konsentrasi keringat lebih rendah dibandingkan cairan tubuh, jadi tak membutuhkan isotonik," ujarnya.
Selain aktivitas yang berat, kekurangan cairan atau dehidrasi juga dapat terjadi saat diare atau muntah. "Saat itu keluar cairan beserta elektrolit," pungkasnya. Dalam kondisi ini amat baik jika seseorang mengonsumsi minuman isotonik untuk mengembalikan cairan tubuh secara cepat.
Namun, dikutip dari website ITB, ketika dalam kondisi normal masih tetap mengonsumsi minuman isotonik, ini akan menjadi sia-sia. Hal tersebut disebabkan tubuh akan terus membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Bahkan, konsumsi yang berlebihan juga bisa membuat organ tubuh menjadi lelah, terutama ginjal karena harus bekerja lebih keras.
(mer/mer)