Mungkin itu yang dirasakan oleh seorang pria yang terbang menggunakan maskapai Ryanair dengan nomor penerbangan 1123, dari Tenerife menuju Santiago de Compostela, Spanyol Utara. Lantaran pramugari menolak menuruti keinginan sang pria minum bir, dia mendadak membuat kehebohan dengan mengancam meledakkan pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untunglah, peristiwa tersebut berhasil ditangani pihak berwajib. Pesawat sengaja mendarat di landasan khusus bahaya di bandara Santiago. Ketika mendarat, pesawat tersebut langsung dikepung pihak keamanan yang kemudian mengamankan sang pria, sembari menyisir bom.
Surat kabar setempat menggambarkan para penumpang tampak shock atas ancaman tersebut. Setelah yakin ancaman bom itu palsu, pria pembuat onar itu langsung diringkus akibat terbukti membuat kericuhan.
"Kami tidak mentoleransi pihak yang tak patuh terhadap peraturan atau sikap mengganggu. Keamanan serta kenyamanan penumpang kami yang lain atau kru pesawat adalah prioritas kami. Sekarang kasus ini sudah ditangani oleh polisi setempat,” kata juru bicara Ryanair, dilansir The Local.
Bir dan minuman beralkohol lainnya dapat dikonsumsi di atas pesawat hanya jika disediakan oleh pihak maskapai. Publik dilarang mengonsumsi minuman beralkohol sendiri.
Sejauh ini belum ada batasan khusus jumlah alkohol yang dapat dikonsumsi di atas pesawat, namun sudah menjadi ketetapan melanggar hukum apabila seseorang kedapatan mabuk dalam penerbangan. Awak pesawat diberi kewenangan melarang minuman beralkohol yang diminta oleh penumpang, bila sudah berlebihan. (les)