"Memang traveling ini bukan termasuk kebutuhan primer, namun banyak sisi dari traveling yang dapat memberikan efek positif," kata Marischka Prudence, seorang narablog wisata pada CNNIndonesia.com di acara ‘Wealth Wisdom the Essence of Wealth’ di Ritz-Carlton Pacific Place.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu saya sendiri merasakan banyak situasi yang terjadi sepanjang berwisata sehingga membuat saya lebih bersyukur. Seperti ketika berwisata harus tidur di ranjang sederhana, nah saat pulang bertemu kasur menjadi seolah mewah. Hal-hal sederhana seperti itu," katanya.
Perasaan bersyukur atas apa yang dimiliki bila dibandingkan dengan orang lain itulah, yang dinilai Marischka menjadikan berwisata dapat bermakna kekayaan bagi orang lain.
Namun, Marischka menambahkan, berwisata harus dilandasi dengan pola pikir terbuka. Terutama ketika menghadapi kendala yang tak terduga. Banyak hal dapat merusak nuansa liburan, seperti pesawat terlambat, makanan yang tidak cocok dengan perut, hingga kejadian buruk saat berwisata.
"Saya selalu bilang bahwa mereka harus menikmati apa pun yang terjadi selama traveling. Memang kalau pesawat delay bisa jadi hal menyebalkan, tetapi jangan sampai memperburuk mood," katanya.
"Saya juga banyak mengalami hal yang tidak enak dan tidak terduga, namun selama menjalaninya dengan asik akhirnya toh nantinya jadi cerita yang unik dan baru.” (les)