Tangga Menuju 'Surga' di Timur Indonesia

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 26/05/2016 20:15 WIB
Tangga Menuju 'Surga' di Timur Indonesia Keindahan Raja Ampat bisa disaksikan lewat perjuangan mendaki anak tangga sebanyak 340 buah. (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Raja Ampat, CNN Indonesia -- "Ada 340 anak tangga," kata Andrian kepada para pendaki. "Bernafasnya jangan gunakan mulut, kalau pakai hidung tidak akan lelah sama sekali."

Pemandu wisata lokal itu tampak sudah biasa menaiki ratusan anak tangga kayu menuju puncak salah satu bukit di Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Dia sama sekali tidak berhenti melangkah dan terus menapaki satu per satu anak tangga yang ada.

Ratusan anak tangga dibuat untuk mempermudah wisatawan mendaki bukit karang di destinasi wisata itu. Di kiri dan kanannya tumbuh pepohonan lebat sehingga matahari tidak terasa terlalu menyengat.


Walau demikian, tidak sedikit wisatawan yang kelelahan ketika mencoba menaiki tangga itu, termasuk belasan awak media Australia yang ingin menyicipi keindahan Raja Ampat, belum lama ini.

"Anda baik-baik saja?" tanya Andrian pada Pauline Jane, salah seorang jurnalis asing. Mereka berbincang menggunakan bahasa Inggris.

"Baik-baik saja, silakan lanjut jalan," ujarnya sambil beristirahat sebentar di salah satu saung di tengah perjalanannya. Di antara ratusan anak tangga itu, ada beberapa saung disediakan untuk wisatawan yang kelelahan.

Butuh waktu sekitar 15 menit untuk mencapai puncak bukit karang tersebut. Meski tidak memakan waktu yang terlalu lama, kemiringan dan jarak antar anak tangga yang kadang tidak konsisten membuat kaki cukup lelah.

"Lumayan lelah kan? Ini namanya bersakit-sakit dahulu bersenang kemudian. Lihat pemandangannya," kata Andrian tersenyum.

Dari puncak, terlihat deretan pulau-pulau hijau kecil seolah bertaburan di air jernih yang jadi terlihat biru kehijauan atau turqoise. Warna-warna itu berpadu dengan langit yang berwarna biru terang, cerah berawan.
Turis mendaki ratusan anak tangga di Raja Ampat. Kendati melelahkan, pemandangan di puncak jadi kepuasan tersendiri. (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Ada dua spot berbentuk seperti panggung kayu yang dapat digunakan wisatawan untuk berfoto dan menikmati pemandangan di puncak ratusan anak tangga itu. Yang satu memang lebih tinggi daripada yang lainnya, tapi keduanya sama-sama dapat menunjukkan pemandangan secara utuh.

Pohon-pohon kelapa, riak gelombang laut yang tampak tenang dari kejauhan dan kapal-kapal yang lalu lalang melengkapi pemandangan ini. Cerah matahari juga menambah kaya warna yang disajikan deretan pulau tersebut.

"Saya suka sekali warnanya," kata Pauline saat berbincang dengan CNNIndonesia.com. "Ini seperti surga."

Perempuan paruh baya berambut merah itu langsung menyibukkan diri bersama rekannya, Gordon Edward, mengabadikan pemandangan itu. Mereka berdua tampak puas setelah sempat kelelahan menaiki 340 anak tangga menuju pemandangan itu.

Mereka juga tak henti-hentinya memuji keindahan yang terbentang di depan depan matanya.

Sementara seorang wartawan lain, Andrew Peter, tampak terpukau dan bahkan kesulitan untuk mendeskripsikan pemandangan itu. "Raja Ampat, memukau, indah sekali, ah apa lagi yang mesti saya katakan?"

Dia mengatakan Raja Ampat bisa jadi tempat untuk melarikan diri yang sempurna dari rutinitas sehari-hari.

"Ya, ini seperti surga," ujarnya.

Tidak jauh dari titik ini, ada titik lain yang disebut Telaga Bintang. Tempat yang masih berada di gugusan Piaynemo ini dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai bintang.

Perairan berwarna turqoise, sama dengan yang ditemukan di tempat sebelumnya, dikelilingi bukit-bukit karang yang membentuk bintang.
Jika lelah, wisatawan bisa beristirahat di beberapa saung yang disediakan di sepanjang jalur pendakian. (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Hanya saja, untuk bisa menikmati keindahan perairan ini, wisatawan mesti mendaki gunung karang tanpa bantuan tangga kayu. Hanya ada anak tangga alami, yakni beberapa bagian karang yang lebih rata dan lebih mudah dipijak.

Untuk bisa mencapai puncak bukit ini, wisatawan mesti ekstra hati-hati. Permukaan karang tajam mengelilingi pijakan-pijakan tersebut. Selain itu, tingkat kemiringan bukit ini pun cukup curam.

Tak diduga, ternyata tempat yang bermedan lebih berat ini sebelumnya lebih banyak dikunjungi.

Seorang pemandu lainnya, Aran, mengatakan 340 anak tangga pada bukit karang itu baru dipasang saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hendak membuka Sail Raja Ampat.

"Saya lupa tahun berapa, tapi saat itu disurvei, dikondisikan yang pemandangannya paling indah," ujarnya.

Aran berkata kedua bukit karang ini sebelumnya tidak banyak dikunjungi wisatawan. "Hanya beberapa pemandu saja yang tahu yang bisa bawa wisatawan ke sini."

Menurutnya, pamor pemandangan bukit-bukit itu baru terangkat setelah kedatangan Presiden SBY kala itu. Belakangan, popularitas tempat ini semakin menanjak setelah kedatangan Presiden Joko Widodo.

"Akhirnya sekarang kalau ada wisatawan otomatis diarahkan ke sana," ujarnya. (les)