Sejumlah kain yang ditampilkan merupakan koleksi pribadi Obin, koleksi "Antique Cloth", serta koleksi dari "Rumah Obin" dengan beragam motif, seperti parang, motif Cirebon, Pekalongan, Tuban, kain pagi sore, kain tiga negeri, serta "batik on chasmere", yakni teknik membatik terakhir yang Obin kembangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batik, lanjut pendiri Museum Kain tersebut, adalah identitas budaya, karya kreatif sebuah peradaban. Setiap batik memiliki cerita, sejarah, latar belakang sendiri, bahkan mampu mencirikan karakter dari mana dia berasal.
"Batik Cirebon, tentu berbeda dengan batik Solo atau Yogyakarta. Masing-masing memiliki cerita, keunikan, dan kekhasan tersendiri," tutur Obin.
Seluruh proses membatik adalah ritual budaya yang cukup beragam di Indonesia, maka setiap batik memiliki cerita serta keunikan yang berbeda.
(sil)