Ulama Saudi Haramkan Selfie dengan Kucing

Silvia Galikano, CNN Indonesia | Senin, 30/05/2016 10:34 WIB
Ulama Saudi Haramkan Selfie dengan Kucing Selfie dengan landak di Jepang. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang ulama yang disegani di Saudi mengatakan selfie dengan kucing atau hewan lainnya haram kecuali benar-benar perlu.

Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fazwan, anggota Majelis Ulama Saudi, diberi tahu tentang tren di kalangan masyarakat Saudi yang “ingin seperti orang Barat”. Dia tampil di televisi pada 17 April lalu, dan diposting oleh kelompok pemantau Institut Penelitian Media Timur Tengah.

Al-Fazwan menjawab, seperti diberitakan VOA, “Apa?!! Apa maksud Anda berfoto dengan kucing? Berfoto itu haram. Kucing tak masalah di sini. Berfoto itu haram jika tidak perlu benar. Tidak dengan kucing, tidak dengan anjing, tidak dengan serigala, tidak dengan apapun.”


Berfoto dengan hewan bukan satu-satunya kebiasaan dari Barat yang bertentangan dengan ajaran ultrakonservatif Islam, Wahabisme, yang dianut negara itu.

Awal tahun ini, grand mufti Saudi mengatakan permainan catur haram karena mendorong untuk bertaruh. Permainan kartu Pokemon juga dilarang, seperti dilaporkan Newsweek, karena di kartu-kartu itu ada gambar salib dan Bintang Daud.

Menurut The Washington Post, pandangan ulama tersebut tentang selfie dengan kucing mencerminkan pendapat ulama garis keras Arab Saudi. Tujuan akhirnya melarang fotografi sepenuhnya karena Islam melarang menggambar manusia atau hewan.

Namun demikian, dilaporkan Post, sang grand mufti membolehkan dirinya sendiri difoto, karenanya tidak jelas akan seberapa berpengaruhnya larangan Al-Fawzan itu.

Lagi pula, memang kapan kita perlu benar selfie dengan kucing?

(sil/sil)