Gasing 'Sihir' Masyarakat London

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 02/06/2016 08:03 WIB
Gasing 'Sihir' Masyarakat London Permainan gasing Indonesia mencuri perhatian masyarakat London di Indonesian Weekend. (InspiredImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gasing, yang diperagakan dalam stan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menarik perhatian warga London. Mereka yang tertarik, bukan hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Semua terpesona dengan keunikan gasing yang diperlihatkan di acara Indonesia Weekend, yang berlangsung di Potter Fields Park, London, Inggris, akhir pekan lalu.

"Kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak di Inggris, alat permainan tradisional yang sangat sederhana dan banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia," ujar Kasubsit Program Evaluasi dan Dokumentasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Mahendra.


Selama penyelenggaraan Indonesia Weekend, banyak anak-anak dan orang dewasa yang mencoba memainkan gasing. Mereka tertarik dengan permainan tersebut, padahal, di Indonesia, gasing sudah nyaris tidak pernah lagi terlihat dimainkan anak-anak.

Ahmad menyebut, sejak 2005 Kemdikbud telah mencoba menginventaris seluruh gasing yang ada di Indonesia, dan menyusunnya dalam bentuk buku. Selain itu, kementerian juga menggelar lomba gasing dan festival, sehingga lebih banyak lagi ditemukan bentuk dan jenis gasing dari seluruh Indonesia. Bahkan ada beberapa komunitas Gasing juga sudah terbentuk di berbagai daerah.

Permainan anak tradisional tempo dulu yang terbuat dari kayu itu, punya ciri masing-masing. Contohnya, Gasing Apion dari Maluku, yang terbuat dari kayu keras dan dihiasi ukiran serta lapisan mengkilap.

Sementara Gasing Berindu adalah permainan tradisional Suku Dayak dari Kalimantan Barat, yang dilengkapi ujung yang kecil. Cara bermainnya pun berbeda, setelah diputar, gasing dipindahkan ke piring dengan sendok sampai berhenti memutar.

Dari Yogyakarta, ada gasing bambu yang mengeluarkan suara. Ada lagi gasing Panggal yang berasal dari Jawa Barat. Gasing ini terdiri dua jenis yaitu gasing Kalangenan yang terbuat dari kayu lembut yang mengeluarlan suara yang nyaring, sedangkan lainnya terbuat dari kayu pohon karet putih yang disebut Panggal.

Lainnya ada gasing pukan dari Lampung, gasing batam dari kepulauan Riau, gasing batok kelapa dari Jawa Tengah, gasing Lombok yang terbuat dari kayu pohon asem dengan cat warna warni, serta gasing tangkalan dari Jakarta yang terbuat dari kayu pohon mahoni atau kayu jengkol. Bisa juga terbuat dari pohon kembang sepatu. (ANTARA/les)