Beda Gaya Hidup dan Usia, Beda Pula Takaran Kalorinya

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 13/06/2016 12:06 WIB
Beda Gaya Hidup dan Usia, Beda Pula Takaran Kalorinya Ilustrasi (Thinkstock/Jupiterimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian orang, perkara memasukkan makanan dan minuman ke dalam mulut tak bisa dilakukan sembarangan. Semua itu harus sesuai takaran kalori yang menurutnya pas, tidak boleh berlebih.

Selain demi menjaga kesehatan, sebagian orang juga membuat hitung-hitungan kalori secara cermat dengan alasan untuk memiliki bentuk dan berat badan ideal, sekaligus menambah daya tarik penampilan.

Selama ini, acuan umum menyebutkan perempuan perlu mengonsumsi setidaknya 2.000 kalori dan pria sekitar 2.500 kalori per hari. Namun menurut hasil analisis terbaru, takaran kalori pun perlu disesuaikan dengan usia dan gaya hidup.


Nathan Yau, ahli statistik University of California, Los Angeles (UCLA), membuat menganalisis berdasarkan data dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat. Tujuannya, untuk mengetahui secara tepat bagaimana usia turut mempengaruhi berapa banyak kalori yang dapat dikonsumsi demi mempertahankan berat badan dan  kesehatan.

Dilansir dari laman Independent, Yau membuat klasifikasi berdasarkan gaya hidup seseorang: apakah ia aktif, sedang, ataupun statis. Setelah itu, barulah ditetapkan takaran kalori sesuai usia.

Wanita dengan gaya hidup statis di rentang usia 25 dan 30 tahun, setidaknya mengonsumsi kalori harian berkisar 1.800 kalori, dan ketika mencapai usia 50 ke atas, menurunkannya ke angka 1.600.

Sedangkan, menurut Yau untuk pria dengan gaya hidup statis di rentang usia 25 dan 30 tahun, dapat mengonsumsi asupan kalori jauh lebih tinggi yaitu 2.500 kalori per hari. Kemudian, ketika mencapai usia 60 ke atas, asupan kalori dikurangi menjadi 2.000 kalori per hari.

Lainnya, untuk perempuan yang bergaya hidup lebih aktif dengan rentang usia 20 dan 30 tahun dapat mengonsumsi kalori setinggi 2.400 per hari, dan di usia 60 tahun asupan kalorinya dikurangi hingga 2.000 per hari.

Sedangkan, untuk pria dengan gaya hidup serupa, dapat mengonsumsi hingga 3.000 kalori per hari di usia 20-an, dan saat mencapai usia 60 tahun mereka hanya dapat mengonsumsi kalori 2.600 per hari.

Namun seorang ahli gizi menganjurkan agar tidak melulu berfokus pada takaran kalori. Bila ingin memiliki badan sehat dan bobot ideal, maka harus berolahgara secara teratur, melakoni diet seimbang dan bervariasi, serta meminum banyak air.

(vga/vga)


BACA JUGA