Mikroprotein adalah bahan makanan yang mengandung protein tinggi, serat, dan rendah kolesterol karena terbuat dari jamur Fusarium venenatum. Mikroprotein di Amerika Serikat sudah dibuat secara komersil dari kultur Fusarium tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pengujian sebelumnya, kandungan protein dalam bahan pangan kultur tersebut terbukti membantu mengurangi kandungan glukosa setelah makan dan insulin pada darah. Hasil ini terjadi dibandingkan dengan peserta yang tidak makan mikroprotein.
Sedangkan dalam penelitian Frost melihat ada kecenderungan konsumsi mikroprotein secara signifikan menurunkan jumlah keinginan menambah porsi makan.
“Hasil post-test menunjukkan bahwa asupan energi setelah mengonsumsi makanan kaya mikroprotein adalah sepuluh persen lebih rendah dibandingkan uji konsumsi ayam," tulis penelitian tersebut.
Meski terkesan menjadi harapan baru menangani orang obesitas, namun para peneliti mengatakan studi tersebut masih memiliki banyak keterbatasan.
Para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa asupan protein berhasil menekan keinginan makan. Topik ini yang diharapkan mampu dijawab melalui penelitian selanjutnya.
Mikroprotein pertama kali ditemukan pada kisaran 1950-an saat terjadi ketakutan akan kekurangan sumber protein di masa depan ketika ketersediaan hewan ternak tak mampu lagi jadi sumber asupan manusia.
Di tengah kekhawatiran akan terjangkit penyakit malnutrisi seperti kwashiorkor, pada 1985 sebuah perusahaan Inggris berhasil menciptakan sumber protein selain daging yang terbuat dari Fusarium venenatum. (les)