Konsumsi Multivitamin Kurang Signifikan bagi Ibu Hamil

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 13/07/2016 15:55 WIB
Konsumsi Multivitamin Kurang Signifikan bagi Ibu Hamil Menjaga asupan nutrisi lewat makanan selama kehamilan, lebih bermanfaat dibanding mengonsumsi suplemen multivitamin. (Thinkstock/g-stockstudio)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat hamil, para wanita perlu menjaga dan memastikan diri serta kandungannya dalam keadaan sehat. Rekomendasi American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita hamil harus memiliki diet sehat yang terdiri dari asupan protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak untuk terpenuhinya nutrisi.

Tak sedikit pula yang menyarankan untuk memastikan wanita cukup menerima nutrisi setiap hari, tambahan suplemen vitamin dapat bekerja baik sebagai bagian dari diet sehat.

Tetapi, berdasarkan peninjauan kembali penelitian sebelumnya, bagi ibu hamil, mengonsumsi vitamin prenatal membutuhkan hanya membuang-buang uang. Vitamin prenatal merupakan vitamin yang mengandung suplemen dan diperlukan wanita pada masa kehamilan atau sebelum hamil, juga selama masa menyusui.


Menurut sebuah review yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris, alih-alih mengonsumsi multivitamin dan mineral, wanita hamil justru harus berfokus pada peningkatan kualitas keseluruhan dari diet mereka. Jikapun ada vitamin yang harus dikonsumsi, itu adalah asam folat dan vitamin D.

"Kami tidak menemukan bukti untuk merekomendasikan bahwa semua wanita hamil harus mengonsumsi suplemen multinutrien di luar yang disarankan nasional yaitu asam folat dan vitamin D, versi generik yang relatif dapat dibeli murah," ujar para penulis dalam laporan Drug and Therapeutics Bulletin.

Meski suplemen vitamin sering dipasarkan untuk wanita hamil sebagai sarana memberi awal hidup yang baik bagi bayi mereka, para peneliti ini justru melihat klaim pemasaran tidak benar-benar diartikan ke dalam kesehatan yang baik bagi ibu atau bayi.

Mereka pun mengatakan bahwa makan makanan sehat sebelum dan selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi mereka yang belum lahir.

Mengutip Live Science, hal ini penting karena kurangnya vitamin atau nutrisi telah dikaitkan dengan berbagai komplikasi kehamilan dan kelahiran. Komplikasi itu seperti tekanan darah tinggi atau preeklamsia, pertumbuhan janin terhambat, kelainan bentuk tulang, berat badan lahir yang rendah, cacat lahir pada otak, tulang belakang, ataupun saraf tulang belakang.

Para peneliti sebelumnya mengamati penelitian yang menguji efek konsumsi suplemen multivitamin, yang katanya banyak dipasarkan untuk wanita hamil agar tetap terjaga dari segala macam masalah kesehatan.

Suplemen ini biasanya berisi kombinasi dari beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin B1, B2, B3, B6, B12, C, D, E dan K, bersama dengan asam folat, yodium, magnesium, besi, tembaga, seng dan selenium.

Hal ini yang kemudian memicu adanya tinjauan terhadap penelitian yang telah dipublikasikan tentang manfaat kesehatan potensial selama kehamilan dengan mengonsumsi vitamin individu dan mineral seperti asam folat, vitamin D dan zat besi, bersama dengan vitamin C, E dan A.

Para peneliti ini menemukan bahwa rekomendasi untuk mengonsumsi asam folat selama kehamilan didukung oleh bukti ilmiah paling kuat, dibandingkan dengan bukti perihal vitamin dan mineral lainnya. Begitu juga dengan konsumsi vitamin D, selama kehamilan dan menyusui.

Pasalnya, vitamin D tidak selalu ada dalam setiap makanan. Oleh karena itu sulit untuk mendapatkannya dalam dosis yang cukup dari sekadar lewat diet sehat. Vitamin D paling banyak didapat lewat paparan sinar matahari pagi, antara pukul 06.00 - 08.00.

Sementara makanan yang mengandung banyak vitamin D diantaranya, susu, telur, salmon, keju, serta kedelai.

(les)