Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Sumatra Barat punya daya tarik besar bagi wisatawan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, pemerintah Sumatra Barat kini tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan serta amenitas bagi wisatawan, seperti hotel dan restoran.
“Sudah ada investor dari Uni Emirat Arab yang tertarik menanamkan modal ke Indonesia,” jelas Arief.
Sebelumnya, berdasarkan studi Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016, jumlah total kedatangan wisatawan Muslim mencapai angka 117 juta pada 2015. Angka tersebut diperkirakan akan terus tumbuh hingga 168 juta wisatawan pada 2020 dengan total nilai pengeluaran di atas US$200 miliar atau Rp2,6 triliun.
Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Halal dari Kementerian Pariwisata menyebutkan, menyatakan peluang Indonesia menggaet devisa dari wisata halal masih sangat tinggi. Dan pasarnya pun ada.
“Di Indonesia, wisata halal yang baru bisa mendatangkan devisa negara sebanyak US$11,9 miliar, ” kata Riyanto.
Padahal World Travel Tourism Council (WTTC) menyebut Thailand mampu mendulang keuntungan dari bisnis wisata halal sebesar US$47,4 miliar, Singapura sebesar US$16 miliar, dan Malaysia sebesar US$15 miliar. (les/vga)