Frea dan Ryan mengusung tema costume play atau cosplay dari anime Trinity Blood yang mengisahkan tentang pertarungan epik antara manusia dan vampir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu syaratnya adalah mereka harus menyertakan video dan foto pembuatan kostum yang kemudian diseleksi agar bisa tampil di ICGP. Setelah tampil, pemenang dari ICGP ini yang akan mewakili Indonesia dalam WCS.
"Saya tertarik ikut WCS karena ingin mengukur kemampuan diri sendiri dan kebetulan banget tahun lalu aku diajak Rian buat jadi partner cosplaynya,” kata Frea, yang berasal dari Depok.
Bukan hal mudah membuat kostum yang jadi pemenang di WCS. Frea menyebut ada banyak detail rumit pada kostum yang menghabiskan biaya tidak sedikit.
“Yang bikin mau nangis itu saat membuat detail kecil di kostum dan belanja yang nggak habis-habis juga bikin dompet menangis," cerita Frea.
Hobi cosplay masih dipandang sebelah mata di Indonesia. Tapi, prestasi yang diraih Rian dan Frea membuktikan bahwa hobi nyeleneh itu bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
"Semoga usaha yang kami lakukan ini bisa menjadi inspirasi buat teman-teman cosplayer,” tuturnya. (les)