Bahaya Mengintai Tubuh yang Kekurangan Air Mineral

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Rabu, 24/08/2016 14:27 WIB
Bahaya Mengintai Tubuh yang Kekurangan Air Mineral Ilustrasi air putih (Hyrma/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tubuh manusia membutuhkan sedikitnya lima persen kandungan mineral. Jenis mineral tersebut beragam, begitu pula sumbernya. Salah satu sumber mineral adalah air.

Namun sebagian besar masyarakat yang tinggal kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, sehari-hari terbilang kurang mengonsumsi air yang kerap disebut air putih—sekalipun bening.

Menurut Dr. Ulul Albab, SpOg, perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), biasanya masyarakat yang tinggal di pedesaan justru lebih banyak minum air putih ketimbang di perkotaan.


Padahal bagi akses untuk mendapat air putih yang sehat di perkotaan jelas lebih mudah. Air putih dalam kemasan, misalnya, bisa dijumpai di mana-mana, dari warung sampai supermarket.

Lalu, bagaimana dengan masyarakat yang belum mendapatkan kemudahan akses air putih? Soal ini, Ulul menjelaskan kepada CNNIndonesia.com, bahwa air putih dalam kemasan maupun air pegunungan sama baiknya.

"Keduanya sama baik apabila berasal dari sumber yang sama," kata Ulul. "Kalau sumbernya berbeda, pasti kandungannya juga berbeda. Apakah air di Jakarta sama dengan air yang ada di Bogor?"

Ia menegaskan, masing-masing daerah memiliki sumber mata air dengan komposisi mineralberbeda. Jika membandingkan antara air putih dalam kemasan dengan air dari pegunungan tentu akan sulit.

"Air dalam kemasan itu kan juga air dari pegunungan," ujar Ulul. "[Air dalam kemasan] mungkin lebih steril, mineralnya lebih terjaga, tapi belum tentu lebih bagus. Air pegunungan juga belum tentu lebih bagus. Kita bicara soal komposisi mineral, kita lihat bagaimana prosesnya, bagaimana penyimpanannya."

Hal yang terpenting dari air minum, menurut Ulul, adalah memenuhi syarat air bersih, yaitu, bersih, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, memiliki pH 6,5-8, tidak mengandung bakteri, tidak mengandung logam berat. Hal ini tak hanya berlaku untuk sumber air di pegunungan atau pedesaan saja, tapi juga air keran yang siap minum.

"Air keran itu mateng atau tidak? Kalau tidak, ya berarti tidak bisa. Kalau dia mateng tapi masih mengandung logam berat juga tidak bisa," kata dokter yang biasa berpraktek di RSU Bunda Margonda, Depok. "Yang penting memenuhi syarat air bersih."

Maka selama akses air bersih mudah didapat, agaknya tak ada alasan lagi untuk menunda apalagi mengurangi porsi minum air putih, demi memenuhi kebutuhan mineral dalam tubuh.

Mineral dibutuhkan oleh tubuh sebanyak lima persen. "Mineral itu tidak bisa diproduksi dalam tubuh. Itu berasal dari asupan lain, dan tiap mineral itu fungsinya berbeda-beda. Mineral itu bisa didapat dari makanan, buah, dan minuman," papar Ulul.

Meski jumlah yang dibutuhkan sedikit, namun peran dari mineral itu sangat lah penting. Ulul menegaskan, "Simpelnya mineral itu seperti penyedap. Misalnya, merica, enggak perlu banyak dalam makanan, tapi kalau enggak ada itu kan kurang. Sama dengan tubuh kita. Kita butuh karbohidrat, protein, lemak, tapi kita juga butuh mineral."

Ragam mineral yang begitu banyak juga membuat setiap orang membutuhkan kandungan mineral yang berbeda-beda. Misalnya, penderita gagal ginjal, tidak boleh diberikan terlalu banyak kalsium dan natrium, karena akan semakin merusak ginjal.

Sedangkan untuk ibu hamil, justru harus banyak mengonsumsi kalsium untuk menghindari terjadinya pendarahan saat melahirkan.

Ulul pun menjelaskan ciri-ciri orang yang kekurangan mineral, tergantung dari jenis mineral yang dibutuhkan. Misalnya, kekurangan magnesium dapat mengakibatkan tubuh yang mudah capek dan lelah.

Kelebihan mineral pun bisa berdampak buruk bagi tubuh, misalnya kelebihan kalsium bisa mengakibatkan batu ginjal, dan kelebihan natrium bisa menimbulkan penyakit darah tinggi.

Tentu saja, kebutuhan mineral masing-masing orang juga berbeda. "Orang yang tinggal di daerah pegunungan, yang jauh dari laut, pasti kebutuhan natrium-nya meningkat, karena asupan garamnya kurang," ujar Ulul.

Contoh lain adalah ibu hamil. Biasanya ibu hamil akan kekurangan zat besi lantaran hemoglobin yang menurun. Padahal zat besi dan asam folat sangat baik untuk mengikat oksigen di dalam darah tubuh.

Maka, penting bagi kita untuk selektif dalam memilih makanan serta minuman. Kita harus mengetahui kandungan mineral apa yang kira-kira dibutuhkan oleh tubuh.

Hal ini bisa dibantu dengan konsumsi buah yang kaya akan serat dan juga cairan yang cukup. Selain itu, berolahraga rutin setiap harinya juga membantu pencegahan penyakit dalam tubuh.