Sekolah Dasar Belgia Ganti Pokemon dengan Buku

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 30/08/2016 06:25 WIB
Kepala Sekolah di Belgia Aveline Gregoire menciptakan game yang terinspirasi Pokemon Go. Bukan berburu monster saku, melainkan berburu buku. Kepala Sekolah di Belgia menciptakan game baru yang terinspirasi Pokemon Go, bernama Book Hunters atau Pemburu Buku. (JamesDeMers/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demam Pokemon Go masih melanda di banyak tempat di dunia, tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun keranjingan game augmented reality buatan Niantics tersebut.

Guna mengatasi kecanduan anak-anak akan Pokemon Go, sekolah dasar di Belgia menciptakan permainan baru. Alih-alih berburu monster saku, Kepala Sekolah Aveline Gregoire justru menciptakan permainan berburu buku.

Gregoire mengatakan kepada Reuters bahwa game yang kini digandrungi puluhan ribu siswa itu dimainkan melalui grup Facebook bernama 'Chasseurs de livres' yang berarti 'Pemburu Buku.'


Para pemain bisa mengunggah foto dan petunjuk tentang di mana mereka menyembunyikan buku yang kemudian diburu pemain lain. Jika buku yang dimaksud sudah ditemukan, maka buku tersebut kembali 'dilepas' ke alam liar, atau dalam kasus ini, perpustakaan.

“Ketika saya tengah merapikan perpustakaan, saya menyadari tidak ada cukup tempat untuk semua buku yang saya miliki. Pokemon Go membuat saya terinspirasi membuat permainan serupa, ide awalnya seperti melepaskan buku ke alam liar,” kata Gregoire.

Kendati baru dirilis beberapa minggu lalu, Book Hunters, game yang diciptakan Gregoire, telah dimainkan lebih dari 40 ribu orang.

Buku yang 'disembunyikan' pun beragam, mulai buku bergambar untuk balita hingga novel misteri karangan Stephen King. Sementara lokasi persembunyiannya tersebar di berbagai pelosok Belgia, dari taman kota hingga gudang di pedesaan. Umumnya, buku tersebut terbungkus rapi dalam plastik, agar tak rusak.

Keluarga Detournay dari Baudour, mengatakan Book Hunters kini sudah jadi bagian dari rutinitas mereka sehari-hari.

“Kami berjalan-jalan di pagi hari untuk mencari buku. Jika kami menemukan satu, kami akan meninggalkan empat buku untuk dicari peserta lain,” kata Jessica Detournay.

“Putri saya mengatakan ini seperi berburu telur paskah,” tambahnya.

Saat mereka pulang ke rumah, akan ada notifikasi Facebook yang menginformasikan jika buku yang mereka sembunyikan, telah ditemukan peserta lain.

Di sisi lain, Gregoire mengatakan akan mengembangkan permainan tersebut ke level yang lebih tinggi, dengan menciptakan aplikasi. (les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK