Mengandalkan Bambu Merayu Wisatawan Jepang

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 02/09/2016 17:35 WIB
Mengandalkan Bambu Merayu Wisatawan Jepang Angklung jadi cara Kementrian Pariwisata menggaet wisatawan Jepang datang ke Indonesia. (Kamillo/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bambu merupakan tumbuhan yang lekat dengan tradisi bangsa Asia. Masyarakat China, Korea dan Jepang, menggunakan bambu sebagai material pendukung kehidupan, mulai dari sumpit, tirai, hingga bahan bangunan rumah. Pohon bambu juga menjadi tema banyak lukisan di negara-negara Asia.

Demikian juga dengan Indonesia. Kedekatan itulah yang jadi celah bagi Kementrian Pariwisata untuk lebih banyak mendulang wisatawan mancanegara asal Asia, terutama Jepang.

“Pasar Jepang itu paling alot. Tidak mudah menaikkan jumlah kunjungan wisman dari Jepang,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.


Padahal, bagi pariwisata Indonesia, wisatawan Jepang adalah sasaran yang masuk dalam lima besar pasar utama. Angka kunjungan wisman Jepang ke Indonesia pun terus meningkat. Tahun lalu, terdapat 525.419 warga Jepang yang datang ke Indonesia, baik untuk liburan maupun bisnis.

“Di 2016, proyeksinya kami tingkatkan menjadi 600 ribu orang,” sebut Arief, sembari menambahkan jumlah tersebut diharapkan menembus 1 juta orang pada 2019.

Data Kementerian Pariwisata, menyebut jumlah wisatawan Jepang yang ke luar negeri sebanyak 22,5 juta orang. Dari jumlah itu, wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia baru 2,33 persen.

Itulah yang membuat Kemenpar terus berusaha meningkatkan angka kunjungan wisman Jepang ke Indonesia. Salah satu caranya, merayu melalui kedekatan tradisi, termasuk di dalamnya bambu.

“Semua Negara Asia dari China, Jepang, Korea, Hongkong, Macau, India, bahkan Indonesia, semua punya sejarah khas dengan pohon bambu,” ungkap dia.

Itulah alasan Arief membawa seribu angklung ke Osaka, dalam acara Indonesia Week Osaka 2016 di Umeda Sky Building, Osaka, baru-baru ini.

“Saya berharap keindahan nada, irama dan gita dari harmoni 1000 angklung Wonderful Indonesia ini dapat menggugah warga Jepang untuk berkunjung ke Indonesia,” ujar Arief.

Indonesia Week Osaka 2016 juga bertujuan untuk menyuguhkan beberapa destinasi wisata menarik di Indonesia, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia.
Bali masih jadi destinasi favorit bagi wisatawan Jepang di Indonesia. (Thinkstock/LiveLifeTraveling)
Bali Masih Jadi Destinasi Favorit

Bukan hanya Osaka, kota di Jepang yang hendak dirayu Kemenpar, tapi juga di Sapporo, pulau di bagian utara Jepang. Di sana, pada tanggal 7-9 September, Kemenpar akan menggelar kegiatan Sales Mission Jepang 2016 untuk mempromosikan destinasi unggulan Indonesia.

Selain itu, pada 22-25 September 2016, di Tokyo, Kemenpar akan berpartisipasi di pameran JATA Travel Expo 2016, yang merupakan bursa pariwisata internasional tahunan terbesar di Jepang.

Di pameran itu, Kemenpar akan memboyong 20 booth di lahan pameran seluas 180 meter persegi, yang akan didesain dengan nuansa kapal Phinisi.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsenius Jemadu, mengatakan Bali masih jadi destinasi favorit turis Jepang di Indonesia.

“Sejauh ini mayoritas wisman Jepang masih vakansi ke Bali, tapi destinasi lain terus kita promosikan, termasuk 10 destinasi unggulan,” sebut pria yang akrab disapa VJ itu.

Di samping tawaran ragam destinasi unggulan, daya tarik lain yang ditawarkan Kemenpar adalah kebijakan bebas visa bagi masyarakat Jepang. (les)