Ketahui Respon Abnormal Tubuh dengan Tes Alergi

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Selasa, 06/09/2016 17:45 WIB
Ketahui Respon Abnormal Tubuh dengan Tes Alergi Ilustrasi (WSNNY/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Begitu pula dengan respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh atau alergi yang dimilikinya.

Debu, wewangian, bulu, produk susu, hewan atau udara dingin, menjadi beberapa hal yang bisa menjadi penyebab alergi yang namanya familiar di telinga. Namun biasanya seseorang baru menyadari memiliki alergi setelah mengalami kondisi tertentu.

Padahal untuk mengetahui apakah sistem tubuh kita memiliki penolakan terhadap zat atau partikel tertentu, dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan sebelum alergi menyerang.


Dokter spesialis THT, Adelena Anwar, mengatakan tes alergi sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan pada tubuh jika mengalami penolakan tehadap zat-zat tertentu.

"Karena alergi terdiri dari bermacam-macam jenis dan sumber. Dengan melakukan tes alergi, maka akan diketahui apa yang harus dilakukan pada tubuh," katanya.

Ade menjelaskan, tes alergi sebaiknya dilakukan saat usia sudah di atas delapan tahun. Alasannya, anak berusia di bawah delapan tahun belum memiliki sistem imun yang baik sehingga hasil tes pun akan berubah-ubah.

"Kalau alergi terjadi pada anak-anak, biasanya dokter akan mencoba cara trial. Misalnya, stop makan cokelat selama satu minggu. Jika tidak ada reaksi dari alergi, berarti cokelat bukan penyebabnya," ujar Ade.

Sedangkan untuk anak berusia di atas delapan tahun, tes alergi dapat dilakukan dengan prosedur yang tak rumit. Pihak dokter telah memiliki beberapa jenis alergen yaitu senyawa yang dapat menginduksi imunoglobulin melalui paparan inhalasi, ingesti, kontak langsung atau injeksi.

Dia mencontohkan alergen yang bisa digunakan adalah bulu atau kecoak. Uji alergi kemudian dilakukan dengan cara menggambar kotak di lengan, dan meletakkan satu alergen dalam kotak tersebut.

"Kami akan melihat, apakah ada perubahan pada kulit? Jika ada, biasanya akan ada lingkaran merah. Nanti kami ukur seberapa besar lingkaran itu. Dari situ akan terlihat seberapa parah alerginya," katanya.

Sebelumnya, Ade juga menjelaskan beberapa sumber yang bisa menyebabkan alergi, salah satunya adalah penggunaan detergen, pewangi, atau zat lain yang menimbulkan aroma tertentu.

"Kalau dari aroma, berarti itu alergi individu," kata Ade. "Misalnya, partikel dalam zat tersebut menyerang orang yang sensitif. Apabila terhirup lewat hidung dan masuk ke paru-paru, maka bisa menyebabkan sesak napas dan lebih parahnya lagi mengakibatkan asma."

(meg/vga)


BACA JUGA