'Menjual' Keelokan Taman Laut Indonesia di Filipina
Lesthia Kertopati | CNN Indonesia
Rabu, 07 Sep 2016 07:44 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia terus berusaha meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) lewat berbagai kegiatan.
Beragam pameran internasional disambangi demi mempromosikan wisata Indonesia di mata dunia. Salah satu yang menjadi unggulan adalah destinasi wisata bahari.
“Indonesia punya kekuatan di wisata bahari. Ada lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Aceh sampai Papua,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Potensi itu membuat Arief optimistis bisa mendatangkan wisman sebanyak 12 juta orang hingga akhir 2016. Selain Tiongkok, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menyasar pasar Asia Tenggara, terutama Filipina.
“Penduduk Filipina memiliki minat yang besar terhadap wisata bahari, namun tidak banyak spot diving di negara mereka. Selain itu, destinasi diving Indonesia masih belum banyak dikenal di Filipina sehingga promosi harus terus dilakukan,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani Mustafa, beberapa waktu lalu.
Cara Indonesia memperkenalkan destinasi selam itu adalah dengan menggelar Sales Mission Bahari di Dusit Thani Hotel, Manila, pada Kamis (8/9) mendatang.
”Kegiatan tersebut mengikutsertakan 10 sellers dari Indonesia yang menjual paket diving di beberapa daerah di Indonesia seperti Sabang, Aceh Besar, Banda Neira, dan Bali,” terang wanita yang akrab disapa Kiki.
Dia menjelaskan, guna lebih jauh mempromosikan wisata bahari Indonesia di Filipina, Kemenpar juga bekerja sama dengan Persatuan Usaha Selam Indonesia (PUSI), Perkumpulan Usaha Wisata Bawah Laut Indonesia, serta KBRI di Filipina.
“Selain soal destinasi, kemudahan akses dari Filipina ke Indonesia juga menjadi fokus presentasi,” ujarnya.
Kiki menjelaskan, konektivitas menjadi fokus karena merupakan kendala terbesar promosi diving Indonesia.
“Spot-spot diving tersebar di berbagai pulau di Indonesia jadi kemudahan akses sangat penting untuk menarik wisatawan mancanegara datang,” tuturnya.
Kiki menyebut gerbang utama yang akan dijadikan pintu masuk wisman asal Filipina adalah Manado, yang hanya berjarak kurang dua jam penerbangan dari Davao, salah satu kota terbesar Filipina.
“Dari Manado, wisman bisa jadi konektor ke Ambon, Morotai, Gorontalo, Sangihe, Ternate-Tidore, sampai Sorong,” tambah Kiki, yang menyebut dalam waktu dekat maskapai Lion Air akan membuka jalur penerbangan ke Davao dan Cebu. (vga)
Beragam pameran internasional disambangi demi mempromosikan wisata Indonesia di mata dunia. Salah satu yang menjadi unggulan adalah destinasi wisata bahari.
“Indonesia punya kekuatan di wisata bahari. Ada lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Aceh sampai Papua,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Indonesia memperkenalkan destinasi selam itu adalah dengan menggelar Sales Mission Bahari di Dusit Thani Hotel, Manila, pada Kamis (8/9) mendatang.
”Kegiatan tersebut mengikutsertakan 10 sellers dari Indonesia yang menjual paket diving di beberapa daerah di Indonesia seperti Sabang, Aceh Besar, Banda Neira, dan Bali,” terang wanita yang akrab disapa Kiki.
Dia menjelaskan, guna lebih jauh mempromosikan wisata bahari Indonesia di Filipina, Kemenpar juga bekerja sama dengan Persatuan Usaha Selam Indonesia (PUSI), Perkumpulan Usaha Wisata Bawah Laut Indonesia, serta KBRI di Filipina.
“Selain soal destinasi, kemudahan akses dari Filipina ke Indonesia juga menjadi fokus presentasi,” ujarnya.
Kiki menjelaskan, konektivitas menjadi fokus karena merupakan kendala terbesar promosi diving Indonesia.
“Spot-spot diving tersebar di berbagai pulau di Indonesia jadi kemudahan akses sangat penting untuk menarik wisatawan mancanegara datang,” tuturnya.
Kiki menyebut gerbang utama yang akan dijadikan pintu masuk wisman asal Filipina adalah Manado, yang hanya berjarak kurang dua jam penerbangan dari Davao, salah satu kota terbesar Filipina.
“Dari Manado, wisman bisa jadi konektor ke Ambon, Morotai, Gorontalo, Sangihe, Ternate-Tidore, sampai Sorong,” tambah Kiki, yang menyebut dalam waktu dekat maskapai Lion Air akan membuka jalur penerbangan ke Davao dan Cebu. (vga)