China Galang Dana untuk Restorasi Tembok Raksasa

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 13/09/2016 14:50 WIB
China Galang Dana untuk Restorasi Tembok Raksasa Perlahan-lahan tembok sepanjang 21 ribu kilometer yang dibangun pada 1368 hingga 1644 itu mulai terkikis akibat terpaan angin, hujan dan badai pasir. (ANTARA FOTO/Hermanus Prihatna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu monumen Keajaiban Dunia kini tengah 'berteriak' meminta bantuan. Penggalangan dana tengah digalakkan untuk merestorasi Tembok Raksasa China.

Sebuah lembaga yang bergerak di bidang pelestarian budaya, The China Foundation for Culture Heritage Conservation, tengah menggalang dana untuk mendapatkan US$1,6 juta atau 11 juta yuan atau setara Rp21 miliar guna menyelamatkan bangunan bersejarah tersebut.

Melansir CNN, penggalangan dana yang dilakukan secara daring itu hingga kini baru mencapai 722 ribu yuan. Angka tersebut berasal dari 41 ribu partisipan.


"Meskipun sudah didukung oleh pemerintah pusat, namun sebagian besar Tembok Raksasa berada dalam posisi terancam dan sudah menghilang," kata Dong Yaohui, Wakil Direktur The Great Wall of China Society, salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berpartisipasi.

Dong mengatakan, banyak pemerintah daerah di China tidak memiliki uang yang cukup dalam upaya penjagaan Tembok Raksasa China, atau tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk melakukan kegiatan itu.

Uang jutaan dolar itu nantinya akan digunakan untuk merestorasi tembok berusia 500 tahun sepanjang 460 meter yang terletak di Xifengkou, Provinsi Hebei, China. Selain itu, melalui cara ini, diharapkan kepedulian akan Tembok Raksasa China kian meningkat.

Tembok Raksasa China dibangun sejak abad ke-tiga Sebelum Masehi hingga Dinasti Ming (1368-1644). Tembok ini berdiri sepanjang 21 ribu kilometer di China utara dan melintasi sembilan provinsi.

Tembok yang masuk daftar Keajaiban Dunia ini dibangun untuk menahan serangan musuh yang akan menyerang kerajaan. Namun kini sebagian tembok sudah runtuh.

Berbagai tindakan perusakan menambah derita Tembok Raksasa China, antara lain pencurian batu penyusun tembok yang kemudian digunakan untuk pertanian atau cendera mata turis.

Selain perusakan oleh manusia, Tembok Raksasa China juga mengalami pelapukan akibat erosi alam. Beberapa penyebab erosi berasal dari angin, hujan dan badai pasir.

Menurut survei yang dilakukan pada 2014 lalu, hanya 8,2 persen dari panjang total Tembok Raksasa China yang masih utuh dan berada dalam kondisi baik.

Bermacam upaya juga dilakukan Pemerintah China untuk mempertahankan ikon Negeri Tirai Bambu tersebut. Salah satunya, pengalokasian dana sebesar 1,9 miliar yuan atau US$285 juta, pada 2005 lalu, untuk proyek jangka panjang memulihkan sebagian Tembok Raksasa China.




(meg/vga)