'Senjata' Rahasia Jepang Demi Pikat Turis Indonesia

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 16/09/2016 18:26 WIB
'Senjata' Rahasia Jepang Demi Pikat Turis Indonesia Melihat bunga sakura bermekaran adalah tujuan utama turis Indonesia pelesir ke Jepang. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang masih jadi salah satu destinasi favorit warga Indonesia saat ingin pelesir ke luar negeri. Alasan utamanya adalah pengalaman menyaksikan sakura bermekaran.

Hal itu diakui GM Operation Officer HIS Travel Arief Kurnia yang ditemui usai konferensi pers Cool Japan Fair di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (16/9).

“Bunga sakura yang tumbuh di musim semi adalah menjadi alasan utama turis Indonesia datang ke Jepang,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.


"Musim semi itu sangat pendek. Mekarnya sakura hanya berlangsung 14 hari, dari pucuk bunga itu tumbuh sampai gugur kembali. Tapi memang sudah mulai tumbuh pada Maret dan biasanya dari bagian selatan Jepang, bergerak gantian tumbuh sampai ke bagian utara dan berakhir pada awal Mei.”

Selain sakura, favorit wisatawan Indonesia saat berada di Jepang adalah untuk bermain salju.

“Salju di musim dingin menempati urutan ke-dua yang diidolakan para turis Indonesia,” sebutnya.

Ada lagi yang jadi favorit warga Indonesia saat bertandang ke Jepang di musim dingin, yakni onsen.

Di Jepang, onsen bukan lagi sekedar tempat berendam air panas, melainkan sudah jadi bagian dari budaya. Arief menyebut, warga Jepang melepaskan stres dengan cara berendam.

“Itulah sebabnya banyak terdapat onsen di Jepang,” tuturnya.

Jika ingin mencoba kenikmatan berendam khas Negeri Sakura, Arief menyarankan untuk pergi ke Oita. 

Selain itu, wisatawan bisa menikmati indahnya dinding salju di Kurobe Tateyama. Salju juga dapat ditemukan di Monbetsu, Hokkaido.

“Ada dinding salju yang membelah bukit, dan hal ini cukup menyaingi pesona sakura," tambahnya.

Di luar kedua musim itu, Arief menyebutkan Jepang masih punya ‘harta karun’ yang belum banyak dilirik turis Indonesia, yakni musim momiji.

Saat musim gugur, dikatakannya pohon maple atau momiji yang tumbuh di Jepang akan mengalami perubahan warna.

"Ini yang sedang digerakkan Jepang, ingin mengenalkan keindahannya saat musim gugur. Jadi biasanya pada musim itu, daun yang menguning akan disimpan oleh masyarakat dan dipercaya sebagai satu harapan. Oleh karena itu, terdapat banyak festival di musim gugur,” sebut Arief.

Perihal lokasi terbaik untuk menikmati musim gugur, Arief menyarankan kota Kyoto. Selain menikmati keindahan warna Momoji, turis bisa sekaligus napak tilas sejarah Jepang.

"Budaya dan sejarah di sini sudah di akui Unesco, seperti Kiyomizu Dera kuil yang menjadi spot favorit di sana," katanya.

Tapi ada satu musim yang kurang diminati wisatawan, yakni musim panas, karena cuacanya yang kurang mendukung suasana. 

“Bagi warga lokal, musim ini menarik karena banyak festival," katanya. "Tapi untuk turis, cuacanya tidak nyaman karena mencapai 40 derajat Celsius." (les)