Dekat dengan Alam Lebih Menyehatkan Mental

Vega Probo, CNN Indonesia | Kamis, 22/09/2016 10:05 WIB
Dekat dengan Alam Lebih Menyehatkan Mental Hal-hal simpel—seperti berjalan-jalan untuk mendekatkan diri dengan alam—mampu membuat perubahan besar bagi kesehatan mental dan kebahagiaan (robertoaiuto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tinggal di kawasan berpanorama indah belum tentu menjamin kesehatan mental warganya. Terbukti, hampir 50 persen warga Selandia Baru mengalami masalah kesehatan mental.

Untuk itu lah, The Mental Health Foundation menyarankan warga Negeri Kiwi untuk sering-sering mendekatkan diri dengan alam. Tujuannya, tentu saja demi menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Saran ini diberikan menjelang peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, pada 10 Oktober 2016. Seiring pencanangan Mental Health Awareness Week (MHAW) pada 10-16 Oktober khusus di Negeri Kiwi.


Warga setempat pun digiatkan untuk merancang agenda demi memiliki waktu berkualitas bersama alam. Mulai pukul 12 sampai satu siang, mereka berada di luar ruang untuk mendekatkan diri dengan alam.

Bila agenda ini rutin dilakukan setiap hari, menurut laman Stuff Selandia Baru, tiap-tiap warga akan merasakan sendiri manfaat mendekatkan diri dengan alam bagi kebahagiaan dan kesehatannya.

Shaun Robinson, yang bertindak sebagai Chief Executive The Mental Health Foundation menyatakan, MHAW Lockout bakal rutin diadakan, tidak peduli cuaca sedang cerah atau hujan.

“Pada siang hari, matikan komputer Anda, letakkan segala peralatan Anda, tutup pertokoan, dan mulai lah mengeksplorasi dunia di sekeliling Anda,” kata Shaun, dikutip Stuff Selandia Baru.

“Anda tidak perlu memakai sepatu boot hiking atau peralatan ski, cukup berjalan kaki saja dan mengeksplorasi langit biru dan alam hijau asri di sekitar kantor dan rumah, setiap hari.”

Beruntung, Selandia Baru memang dianugerahi panorama alam indah. Makanya Shaun yakin, “Ini merupakan cara untuk merasa bahagia secara alami dan cara ini lebih mudah dari yang Anda bayangkan.”
 
Bila cara ini tidak segera dipraktekkan, maka dikhawatirkan jumlah pengidap penyakit jantung yang dipicu depresi bakal membengkak dan menyulut masalah kesehatan terbesar dunia pada 2020.

“Makin banyak warga Negeri Kiwi yang stres,” kata Shaun. “Ini dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, kurang tidur, kerja berlebih dan biaya pengeluaran pun meningkat.”

Hal-hal simpel—seperti berjalan-jalan untuk mendekatkan diri dengan alam—diyakini Shaun mampu membuat perubahan besar bagi kesehatan mental dan kebahagiaan para warga Selandia Baru.

Hasil riset membuktikan bahwa meluangkan waktu untuk berdekatan dengan alam sangat baik bagi kesehatan jiwa dan raga. Terbukti, kegiatan ini membuat kehidupan orang-orang lebih bahagia.

Lebih dari itu, kedekatan dengan alam juga membuat orang-orang tak lagi depresi atau kelelahan, juga bisa berkonsentrasi. Kehidupan menjadi lebih bermakna, juga mengurangi biaya pengobatan.

“Meluangkan waktu untuk berdekatan dengan alam akan membuat para pegawai Anda merasa lebih bahagia dan lebih produktif,” kata Shaun. Alam yang dimaksud Shaun bukan berada di luar kota.

Tepatnya, alam sekitar, seperti bunga-bunga yang tumbuh liar di trotoar, ‘kanopi’ pepohonan yang memayungi perjalanan menuju kantor dan langit biru yang terlihat dari jendela ruang kerja.”

(vga/vga)