Riset: Makan Keju Berkadar Lemak Tinggi Menyehatkan

Vega Probo, CNN Indonesia | Jumat, 23/09/2016 07:52 WIB
Riset: Makan Keju Berkadar Lemak Tinggi Menyehatkan Ilustrasi keju (falovelykids/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak makanan berkadar lemak tinggi yang selama ini ‘dituding’ menjadi biang keladi masalah kesehatan, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Keju, salah satunya.

Namun menurut hasil penelitian terkini yang dilansir American Journal of Clinical Nutrition, dikutip Huffington Post, ternyata mengonsumsi olahan susu berupa keju berkadar lemak tinggi justru menyehatkan.

Para peneliti dari University of Copenhagen menemukan fakta si kuning nan lezat ini bermanfaat bagi jantung. Ia ‘berjasa’ meningkatkan level high-density lipoprotein (HDL) kolesterol baik yang melindungi dari penyakit kardiovaskular dan metabolis.


Dalam riset ini, para peneliti melibatkan 139 responden dewasa selama periode 12 pekan untuk mengetahui dampak konsumsi keju berkadar lemak tinggi bagi tubuh. Para responden dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing dengan konsumsi keju berbeda.

Pembagiannya: Satu kelompok mengonsumsi 80 gram berkadar lemak tinggi setiap hari, satu kelompok lain memakan 80 gram keju berkadar lemak rendah setiap hari, dan satu kelompok lagi tidak menyantap keju, melainkan 90 gram roti selai setiap hari.

Lalu, para peneliti mengukur level HDL para responden di tiga kelompok. HDL dikenal sebagai kolesterol baik, sedangkan LDL populer sebagai kolesterol jahat. Hasilnya, konsumsi keju berkadar lemak tinggi ternyata tak seburuk sangkaan orang.

Tak ditemukan adanya perubahan signifikan dalam level kolesterol jahat antara kelompok yang mengonsumsi keju berkadar lemak tinggi atau berkadar lemak rendah. Juga tak ada perbedaan besar di kelompok dengan keju berkadar lemak tinggi atau tanpa keju.

Para penggemar keju bakal senang dengan hasil penelitian ini. Sebab para responden yang memakan keju berkadar lemak tinggi justru memperlihatkan peningkatan level HDL kolesterol baik, dibandingkan para responden yang tidak memakan keju sama sekali.

Ketiga kelompok juga diteliti lebih lanjut untuk mengetahui faktor kesehatan, macam insulin, glukosa, triglycerides, tekanan darah dan lekuk pinggang, setelah memakan atau tidak memakan keju. Hasilnya, tidak ada perbedaan signifikan antarkelompok.

“Keju memang sumber yang baik untuk protein, kalsium dan vitamin D, asalkan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan secara rutin. Sejumlah penelitian terdahulu juga menyatakan keju baik bagi kesehatan. Ini tentu saja menguntungkan bagi pabrik susu.

Namun hasil penelitian ini hanya mengukur konsumsi banyak keju dalam kurun terbatas. Sementara dampak konsumsi banyak keju dalam kurun lama, belum diketahui.

(vga/vga)