Chef Jamie Foy Siap Buka Restoran Arang di Bali

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Kamis, 29/09/2016 13:08 WIB
Chef Jamie Foy Siap Buka Restoran Arang di Bali Ilustrasi barbeque (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiap chef punya trik masing-masing dalam meramu masakan, dari pemilihan bahan baku, sampai teknik dan peralatan masak.

Chef asal Inggris, Jamie Foy, misalnya, sangat tertarik dengan teknik masak serba panggang. Ini berawal dari ketertarikannya dengan makanan, hingga berlanjut membangun sekolah memasak, dan kini berencana untuk membangun restoran di Bali, Indonesia.

Saat ditemui awak media di Tangerang baru-baru ini, ia mengaku tak pernah menyadari bahwa dirinya bisa memasak. Namun, sifatnya yang kerap ingin mencoba hal baru, pada akhirnya membawa ia untuk mulai memasak.


"Saya sempat masuk ke sekolah memasak di umur 16 tahun," ujar Jamie yang kini menjadi Grill Specialist dan Acadmey Development Manager di Weber Asia. "Kemudian saya tinggal di Swedia selama satu setengah tahun untuk bekerja di beberapa restoran di sana."

Pada 2010, Jamie akhirnya bergabung dengan Weber, perusahaan peranti barbeque ternama di dunia. Keahliannya memanggang bahan makanan pun diasah melalui Grill Academy.

Ia berujar, "Kami diberikan banyak pengalaman oleh Weber. Kami memasak dengan bahan-bahan yang tidak pernah terbayangkan, buah, nanas, semua yang tidak pernah dimasak sebelumnya."

Pria yang mengidolakan koki ternama, Tom Kerridge ini menambahkan, "Kami juga diajarkan cara menggunakan alat dengan benar, bagaimana membersihkan dan mengoperasikannya."

Ketekunannya dalam belajar memanggang bahan makanan ini rupanya membuahkan banyak prestasi. Pada 2014, ia memenangkan penghargaan Young Rising Star dari British Cookery dan berhasil mengalahkan 400 kompetitor lain.

Penyuka olahraga sepak bola, golf, dan selam, ini juga beroleh penghargaan emas Top Experience diajang South Tourism Award.

Bahkan, bersama dengan Grill Academy, Jamie mulai membuka sekolah memasak pertama di Inggris. Setahun berjalan, kini sekolah memasak tersebut sudah memiliki 18 waralaba.

Kini, di usia 32 tahun, ia mulai merencanakan masa depannya.

"Salah satu tujuan hidup saya, saya tidak akan bohong, ketika saya sudah berumur 40 tahun, saya akan pensiun dan pindah ke Bali, dan membuka charcoal restaurant di sana," ungkapnya.

Ia memilih Bali agar bisa sering-sering melakoni hobinya, "Saya sering menghabiskan akhir pekan di Bali untuk diving."

Jamie, yang saat ini tinggal di Hong Kong, juga berpesan pada seluruh koki muda yang mau memulai karier, "Jadilah diri Anda sendiri dan tak perlu mengikuti orang lain. Masak lah apa yang Anda suka, yang menurut Anda cocok dengan diri Anda."

(vga/vga)