Wanita Usia Muda pun Rentan Terkena Kanker Serviks

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Jumat, 30/09/2016 15:04 WIB
Wanita Usia Muda pun Rentan Terkena Kanker Serviks Ilustrasi (DieterRobbins/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di antara setiap seribu wanita terdapat satu wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks. Demikian pernyataan yang diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Andriyono, SpOG(K), selaku ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).

Menurutnya, kanker serviks menduduki peringkat ke-dua sebagai kanker yang menyebabkan kematian terbanyak setelah kanker payudara.

"Kanker ini [serviks] tidak bisa diobati, tapi sangat bisa untuk dicegah," ungkapnya.


Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan kanker serviks, dari vaksin HPV hingga dengan melakukan pemeriksaan dini, seperti pap smear, Inspeksi Visual Asam, dan HPV Test.

Lebih lanjut, Andriyono menjelaskan upaya pencegahan melalui vaksin HPV, "Berdasarkan rekomendasi WHO, sebaiknya vaksin dilakukan di usia 9-13 tahun karena daya imunitasnya masih kuat, masih cukup dengan dua dosis. Lebih dari usia tersebut, maka harus diberikan tiga dosis."

Untuk itu, pada 4 Oktober 2016 mendatang, Kementerian Kesehatan RI mendaulat DKI Jakarta sebagai provinsi pertama yang menerapkan vaksin HPV pada murid kelas lima dan enam SD.

Ini tentu langkah preventif yang sangat tepat. Terlebih lagi, Andriyono mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, penderita kanker serviks kini mulai menyerang wanita muda.

"Belum pasti penyebabnya apa, yang jelas sekarang wanita usia 29 tahun sudah banyak yang terkena kanker serviks," katanya kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, baru-baru ini.

Padahal, tambahnya, di tahun-tahun sebelumnya yang rentan terkena adalah wanita usia 50 tahun ke atas. Itu berarti virus HPV sudah kian menyebar ke anak-anak berusia sembilan tahun, "karena virus tersebut dapat berkembang menjadi kanker dalam kurun 3-20 tahun."

Andriyono menjelaskan beberapa penyebab terkenanya virus HPV, salah satunya dari hubungan seks.

"Biasanya kalau sudah hubungan seks, ada kemungkinan terkena virus HPV. HPV tipe 16 itu yang paling sering. Jadi kalau penis pria dicek, biasanya ada tipe itu juga," ungkap Andriyono.

"Bahkan," ia menambahkan, "akan lebih parah lagi jika hubungan dilakukan dengan pasangan yang berganti-ganti."

Namun rupanya, skin-to-skin contact bukan lah satu-satunya cara yang bisa menularkan virus HPV.

"Dari toilet pun bisa. Misalnya, pengguna sebelumnya ada virus, kemungkinan pengguna berikutnya akan tertular," jelasnya.

Ia mengutip hasil sebuah penelitian di Inggris yang menunjukkan adanya virus HPV tipe 16 di gagang pintu toilet, dan hal tersebut juga bisa menularkan virus HPV.

Untuk itu, Andriyono menyarankan agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan, "Makanya sekarang di rumah sakit harus cuci tangan dulu, begitu pula di rumah. Sebelum masuk rumah, sebaiknya cuci tangan terlebih dulu."

(vga/vga)