Dior Incar Kaum Millennial Lewat Desain Eklektik

Megiza, CNN Indonesia | Senin, 03/10/2016 09:56 WIB
Dior Incar Kaum Millennial Lewat Desain Eklektik Melalui tangan Maria Grazia Chiuri, Dior disebut akan terhubung dengan konsumen muda. Koleksinya kali ini berupa paduan gaya jalanan dan dongeng. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maria Grazia Chiuri, desainer wanita pertama Dior, membawa merek fesyen tempatnya bernaung ke arah baru. Chiuri menunjukkan kreasinya dalam koleksi gadis eklektik. Dia berharap, Dior dapat terhubung dengan konsumen muda dan menyegarkan penjualan.

Desainer yang baru bergabung dengan Dior pada Juli lalu, setelah dua dekade bersama Valentino, menyatukan busana bertema sport couture dengan gaya jalanan dan dongeng dalam waktu lima minggu.

"Koleksi ini eklektik, seperti perempuan eklektik. Mereka suka mencampur hal-hal yang berbeda dan menciptakan gaya pribadi mereka sendiri," kata Chiuri setelah pertunjukan, seperti dikutip Reuters.
(REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Acara dibuka dengan penampilan busana bernuansa putih yang menampilkan desain berlapis kapas plastrons panjang, dengan rok tulle yang romantis.


Kemudian, koleksi lainnya memperlihatkan busans jaket biker, rok panjang dan T-shirt mengatakan "J'adiore," atau "Kita semua harus feminis" atau "Revolusi Dior."

"Itu koleksi yang sangat kaya dan sangat diinginkan," kata mantan desainer Lanvin, Alber Elbaz, yang duduk di sebelah Rihanna, Christian Louboutin dan mantan ibu negara Prancis, Carla Bruni.

Acara kali itu ditutup Chiuri dengan serangkaian gaun tulle hitam dan nude panjang dengan lingerie rajut dan sulam berbentuk bulan, bintang, iblis dan matahari.
(REUTERS/Gonzalo Fuentes)

"Dia mempunyai pandangan yang mendunia untuk brand ini," ujar Chief Executive Dior, Sidney Toledano. Tak hanya itu, Chiuri juga dinilai telah dapat merasakan dan memahami apa yang diinginkan oleh konsumen muda.

Saat ini, Dior memang tengah memprioritaskan kaum millennial sebagai target pasarnya. Menurut beberapa analisis Amerika Serikta, bahkan kaum yang lahir setelah tahun 1980 itu sudah menjadi konsumen barang mewah saat ini.
(REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Toledano mengatakan, Chiuri berhasrat menyemangati kaum wanita dengan membaca apa saja yang dibicarakan oleh konsumen di media sosial. Saat ini, Dior adalah merek fesyen terbesar di dunia setelah Louis Vuitton yang berjaya dengan kerajaan LVMH.

LVMH menjadi payung lebih dari 70 merek dan menghasilkan lebih dari 5 juta milyar euor dalam setahun. Dior pun mengajak Chiuri setelah ditinggalkan oleh Raf Simons, yang kini bergabung dengan Calvin Klein.

Chiuri ditargetkan dapat membuat Dior kian besar. Tak hanya lewat desain busana, Chiuri juga akan terlibat dalam pembuatan kampanye iklan, desain toko dan hal lain yang berkaitan dengan citra Dior.

Salah satu kekuatan Chiuri adalah mendesain bahan kulit, yang merupakan lini bisnis terbesar Dior setelah parfum dan kosmetik.


(meg)