Tiga Destinasi Wisata di Lampung Butuh Perhatian Lebih

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 06/10/2016 03:47 WIB
Pantai Pahawang, Tanjung Setia dan Teluk Kiluan ialah destinasi wisata yang potensial. Pemprov Lampung ajar CSR swasta mengembangkannya. Suasana di Teluk Kiluan. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, mendorong perusahaan dan industri yang tergabung dalam Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung untuk ikut mengembangkan potensi destinasi wisata daerahnya.

Ketiga tujuan tersebut yakni Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran, Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus, dan Pantai Tanjung Setia di Kabupaten Pesisir Barat.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama kabupaten memang sedang fokus mengembangkan ketiga destinasi tersebut. Terlebih setelah ketiganya masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2016 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar).


"Saya menyambut baik peran swasta, seperti yang dilakukan Forum CSR Lampung yang bersama-sama menjadikan Pulau Pahawang sebagai proyek perdana pengembangan wisata,” kata Ridho di Bandar Lampung, Selasa (4/10).

Menurut Ridho, keterlibatan Forum CSR Lampung akan berdampak positif terutama membangun sarana dan prasarana di kawasan wisata.

“Pemerintah memiliki keterbatasan dana. Dengan keterlibatan swasta melalui dana CSR, tentu sangat membantu percepatan penyediaan sarana dan prasarana wisata,” ujar Ridho.

Para pengusaha dan perusahaan yang terhimpun dalam Forum CSR Lampung, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Pemberdayaan Potensi Wisata Lampung, Pilot Project Pahawang’ di Bandar Lampung, Selasa (4/10).

Forum tersebut melibatkan lebih dari 50 perusahaan yang berdomisili di Lampung.

Menurut Ketua Umum Forum CSR Lampung, Dr. Veronica Saptarini, keterlibatan swasta dalam pengembangan wisata merupakan tindak lanjut permintaan Gubernur Ridho Ficardo terhadap peran swasta membangun Lampung.

“Pada tahap awal kami kembangkan Pahawang sebagai pilot project,” kata Saptarini.

Sebelumnya, pada Minggu (4/9), Forum CSR memetakan permasalahan yang dihadapi oleh Pahawang sebagai destinasi wisata, dengan menggelar sejumlah kegiatan di pulau yang berjarak 10 km dari Bandar Lampung itu.

Kegiatan yang dilakukan antara lain, penanaman terumbu karang, fogging, pengobatan massal, dan pemberian tong sampah.

“Masih banyak yang dibenahi di Pahawang agar destinasi wisata ini nyaman,” ujar Saptarini.

Pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016, Pahawang masuk sebagai nominasi dalam kategori Surga Tersembunyi Terpopuler (Most Popular Hidden Paradise). Pulau ini terkenal dengan pesona bawah lautnya.

Pada FGD yang juga dihadiri Bupati Pesawaran Dendy Romadhona itu, peserta sepakat mengembangkan Pahawang dengan konsep 5S, yakni senyum, santai, spesial, snorkeling, dan souvenir.

Pembagian zona perlu diterapkan untuk pulau ini. Pembagian tersebut mencakup zona perkampungan, pelabuhan, akomodasi penginapan, restoran dan, dan kafe, zona camping ground dan zona outbound.

Pengembangan Pahawang juga bisa mencontoh Gili Trawangan, Lombok. Di sana, ada jalur yang sengaja dibuka agar wisatawan bisa mengelilingi pulau sepanjang garis pantai.

“Arena snorkling Pahawang harus diistimewakan, karena arena itu menjadi daya tarik utama pulau. Namun, penataan dan penggunaan tidak boleh merusak,” kata Saptarini.

Langkah pertama Forum CSR membenahi Pulau Pahawang adalah dengan mengajak Perum Damri Lampung membangun sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Melalui dana CSR ‘BUMN Hadir untuk Negeri’, Perum Damri tengah membangun 17 unit MCK di Pahawang.

“Pahawang harus bersih dan layak dikunjungi wlsatawan. Oleh karena itu, dana CSR tahun ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan MCK,” kata General Manager Perum Damri Lampung Yulianto.

Perum Damri juga melayani angkutan ke Pulau Pahawang dengan melewati Dermaga Ketapang, Pesawaran, sebagai akses terdekat wisatawan menuju Pahawang. Angkutan perintis ini berangkat setiap hari, dari Terminal Induk Rajabasa, Bandar Lampung.

(ard/ard)