Lima Tempat Menyelam Terfavorit Versi Riyanni Djangkaru

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 06/10/2016 12:27 WIB
Lima Tempat Menyelam Terfavorit Versi Riyanni Djangkaru Suasana di Togean, Sulawesi Tengah (Thinkstock/Fabio Lamanna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hingga Kamis (6/10), Indonesia masih berada di peringkat teratas dalam survei Top Dive Destination 2017 yang diadakan oleh majalah panduan menyelam, DiveMagazine.

Tercatat, Indonesia mendapat suara 20.716, naik sekitar 700 suara dari Selasa (4/10). Sedangkan dua pesaingnya yang berada di posisi ke-dua dan ke-tiga, Filipina dan Maladewa, masih jauh tertinggal.

Filipina memperoleh 1.989 suara, sementara Maladewa memperoleh 1.792 suara.


Setelah Kementerian Pariwisata (Kemenpar), kini pemerhati lingkungan hidup, dan Pemimpin Redaksi DiveMagazine Indonesia, Riyanni Djangkaru, juga meminta masyarakat Indonesia untuk ikut memberikan suara, demi mempromosikan pariwisata Tanah Air ke dunia.

Wanita cantik berusia 36 tahun ini berpendapat, Indonesia memang pantas disebut sebagai tempat menyelam yang terbaik.

Karena, keindahan alam di Raja Ampat (Papua), Alor (Nusa Tenggara Timur), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Lembongan (Bali), dan Lembeh (Sulawesi Utara) belum ada yang menandingi.

“Momen ini juga bisa digunakan sebagai momentum memantapkan berbagai usaha manajemen kelautan yang berbasis konservasi. Keindahan bawah laut Indonesia memang tetap harus dijaga,” kata Riyanni.

Alor

Riyanni mengatakan, sejumlah titik menyelam di Indonesia memiliki keindahan dan keunikan masing-masing. Yang pertama dijelaskannya ialah Alor.

“Jenis ikan di Alor masih sangat lengkap. Keindahannya juga bisa dengan mudah dilihat, karena airnya sangat jernih,” ujar Riyanni.

"Tidak hanya ikan, Alor juga kaya akan karang. Ada berbagai karang lunak dan karang keras dengan tekstur yang sangat menakjubkan," lanjutnya.

Riyanni merekomendasikan penyelam untuk mengunjungi Pulau Pura dan Pantai Selatan yang berada dalam kawasan Alor.

Pulau Pura merupakan rumah dari ikan mandarin, ikan katak, ikan daun, blue ribbon eel, harlequin ghost pipefish dan kuda laut kerdil. Sedangkan, Pantai Selatan dihiasi karang lunak.

Di tempat lain, bisa juga dengan mudah menemukan gua bawah laut.

Togean

Di Togean, dikatakan Riyanni, bentuk karangnya besar dan sangat unik. Tanjung Apollo, The Pinnacle dan Lembeh merupakan tiga titik menyelam yang wajib dikunjungi saat berada di Togean.

"Di Tanjung Apollo, pada musim tertentu, penyelam dapat melihat ribuan barracuda melintas di antara terumbu karang," kata Riyanni.

Tak jauh berbeda dengan di The Pinnacle. Saat menyelam di sini, penyelam dikelilingi oleh ribuan ikan karang berwarna-warni dan jackfish.

"Sedangkan di Lembeh, bisa dibilang merupakan surga bagi fotografi bawah laut," ujar Riyanni.

Raja Ampat

Raja Ampat meraih penghargaan The Best Diving Site 2015 versi CNN. Mulai dari permukaan sampai bawah lautnya, memang menyimpan pesona yang luar biasa.

“Kalau di Raja Ampat, menariknya di sana biodiversity. Raja ampat sangat kaya soal biodiversity,” kata Riyanni. Ia memang tak asal bicara. Raja Ampat merupakan rumah dari 75 persen karang dan ikan hias di seluruh dunia.

Di sana, ada lebih dari 550 karang, sekitar 700 jenis moluska dan 1.427 ikan. Airnya yang jernih dan berwarna biru kehijauan membuat Anda bisa melihat pemandangan bawah laut hingga 10-30 meter.

Ikan lautnya sangat beragam. Dari mulai hiu, pari manta, batfish, ikan kerapu, jackfish, pale-tailed surgeonfish, goatfish, six-banded angelfish, threadfin anthias, kuda laut kerdil hingga barracuda.

Di celah-celah karang, penyelam dapat menemukan banded pipefish dan white-eyed moray. Terumbu karangnya juga amat beragam, dari mulai karang keras hingga karang lunak dengan warna-warni yang indah.

Hal inilah yang juga membuat Raja Ampat dinobatkan sebagai kepulauan dengan jenis terumbu karang tertinggi di dunia.

Gorontalo

Tempat menyelam lain yang direkomendasikan Riyanni ada di Gorontalo.

Riyanni menyebut, jika menyelam di sana, akan merasakan pengalaman menyelam kelas dunia.

”Di Gorontalo itu ada jenis karang dan ikan yang cuma ada di sana saja,” ungkapnya. Lokasi selam di Gorontalo dikelilingi tebing kapur yang menjulang tinggi hingga menembus permukaan laut. Terumbu karang pun terlihat menghiasi garis pantai.

Dinding karang yang terkikis ombak membuat pemandangan bawah laut di Gorontalo menjadi menarik dilihat dari segala sisi.

Dinding yang penuh dengan lubang, celah dan gua-gua ini pun menarik gerombolan ikan untuk tinggal di dalamnya. Berbagai jenis ikan pun dapat ditemui di sini, mulai dari segerombolan ikan selar, hingga paus dan hiu paus. Ada juga lumba-lumba hidung botol dan risso dolphin.

Anda juga dapat melihat spons Salvador Dali—morfologi aneh dari Petrosia Lignosa—yang hanya ditemukan di Gorontalo.

Ada juga Bluebelly Blenny—ikan cantik berwarna kuning dan biru, yang dianggap endemik Teluk Tomini Gorontalo.

Bali

Bagi yang sedang berkunjung ke Bali, tidak ada salahnya untuk menikmati keindahan bawah laut di sana.

“Menyelam di Bali itu gampang, tapi tetap bisa dapat panorama yang bagus,” kata Riyanni. 

Dari paparan Riyanni, di Bali, penyelam juga bisa menemukan keanekaragaman makhluk laut, seperti Oceanic Sunfish, atau mola mola, di perairan Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Sedangkan kuda laut kerdil bisa dicari di dekat Tepekong atau Mimpang.

Selain itu, Bali juga memiliki keragaman karang lunak dan keras. Bahkan, Tulamben merupakan salah satu dari seupul lokasi penyelaman terbaik di dunia.

“Padang Bai, Amed, Menjangan, Sanur dan Pantai Tanjung Benoa di Nusa Dua juga bagus. Semua harus dijaga sama-sama supaya bisa dinikmati dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Riyanni.

(ard/vga)