Ajang Olahraga Internasional Jadi Potensi Wisata Banyuwangi

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 10/10/2016 20:07 WIB
Ajang Olahraga Internasional Jadi Potensi Wisata Banyuwangi Ilustrasi wisata di Banyuwangi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang olahraga Banyuwangi International Run 2016, yang diselenggarakan di Banyuwangi, Jawa Timur, telah diselenggarakan pada Minggu (9/10). Dalam ajang tersebut, lomba lari berjarak 5 dan 10 kilometer itu dibagi dalam kategori profesional dan amatir.

Dengan total hadiah Rp160 juta, sejumlah pelari dunia, ikut serta. Mulai dari China, Jepang, Jerman, Australia, Afrika dan tentu saja Indonesia.

“Atlet top Kenya, seperti Alex Melly, Charles Kipsang, Gladys Jameli, dan Isabellah Kigen, ambil bagian dalam kejuaran ini. Begitu juga pelari top nasional yang telah mencetak rekor SEA Games maupun PON, seperti Agus Prayogo, Triyaningsih, Jauhari Johan dan I Gede Karangasem,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Wawan Yadmadi, Sabtu (8/10).


Tampilnya pelari-pelari top tadi bukan tanpa alasan. Dari paparan Wawan, pelari Kenya ambil bagian lantaran ingin mengukur kecepatan lari mereka di wilayah tropis.

Sementara untuk pelari nasional, alasan tampilnya adalah untuk penyegaran selepas mengikuti PON XIX/2016 di Jawa Barat.

“Pelari Kenya sengaja ikut, karena catatan mereka pada tahun lalu belum maksimal. Jadi mereka kembali ke Banyuwangi," ucap Wawan.

Ajang olahraga yang diselenggarakan di Banyuwangi memiliki nuansa yang berbeda, tentu saja karena keindahan alamnya. Rute yang dilalui para peserta diatur melewati sejumlah ikon pariwisata di sana, mulai dari Taman Sritanjung, Taman Blambangan, Pendopo Kabupaten sampai Pantai Boom.

Pantai Boom, yang akan segera disulap menjadi dermaga marina terintegrasi pertama di Indonesia, memang sudah sering dijadikan pusat atraksi seni budaya di Banyuwangi. Salah satu yang sering diselenggarakan ialah Festival Gandrung Sewu.

Tak hanya pemandangan alam, ajang olahraga ini juga dimeriahkan oleh kesenian daerah yang khas, seperti Tari Gandrung dan Tarian Hadrah. Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang lahir dan besar di Banyuwangi, mengapresiasi ide kreatif pemerintah daerah tersebut.

"Ajang olahraga seperti ini juga berpotensi mendatangkan wisatawan mancanegara. Tercatat, sekitar 60 persen dari mereka datang kembali ke Banyuwangi untuk menikmati alam dan keseniannya," kata Menpar Arief.

(ard/ard)