Pentingnya Variasi Makanan dan Gizi Seimbang

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Jumat, 21/10/2016 06:38 WIB
Pentingnya Variasi Makanan dan Gizi Seimbang Ilustrasi (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengonsumsi ragam makanan dalam satu porsi, bukan berarti telah mencukupi segala nutrisi. Ada baiknya Anda tahu makanan apa saja yang memiliki kandungan nutrisi sama.

Setiap harinya, menurut pakar nutrisi Sari Sunda Bulan, orang harus mengonsumsi setiap nutrisi secara seimbang.

"Seimbang itu bukan berarti harus sama-sama satu piring atau sama-sama 100 gram," katanya seraya mencontohkan piramida makanan yang menunjang gizi seimbang.


"Dalam satu porsi makan harus ada asupan karbohidrat kompleks, vitamin dan mineral, protein, kalsium, juga minyak, gula dan garam," paparnya. Posisi nutrisi yang berada di bawah piramida menunjukkan tingkat kebutuhan yang paling diutamakan.

Karbohidrat kompleks adalah kebutuhan terpenting yang harus dikonsumsi tiga hingga delapan porsi per hari. Nutrisi ini bisa ditemukan dalam nasi, kentang, pasta dan gandum.

Setelahnya, buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral harus dikonsumsi tiga sampai lima porsi sehari.

Sedangkan protein, seperti lauk hewani dan nabati macam ikan, ayam, daging merah, tahu, atau tempe, dibutuhkan dua hingga tiga porsi per hari.

Meski porsi untuk protein tidak sebesar karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral, namun protein memiliki peran penting di setiap sajian.

"Kalau hanya konsumsi karbohidrat saja, orang akan cepat kenyang tapi cepat lapar pula," kata Sari. "[Maka] pastikan tetap ada protein, karena itu fungsinya untuk mengenyangkan."

Untuk kalsium macam susu dan keju, hanya satu hingga dua porsi saja. Terakhir, di tingkatan piramida yang teratas adalah konsumsi minyak, gula dan garam.

Penting bagi kita untuk mengetahui hal itu, ditegaskan Sari, "agar tidak merasa telah makan makanan bervariasi padahal masih satu kelompok." Ia pun mencontohkan, "Misalnya, makan nasi dengan lauk kentang, ayam, dan tempe. Itu hanya ada dua nutrisi saja."

Jika pun ada yang tak disuka dari makanan tersebut, kita masih bisa memilih makanan lain yang berada di satu tingkatan nutrisi.

"Kalau tidak suka nasi," ujarnya, "bisa diganti dengan pasta, atau nasi dalam bentuk lain macam bubur, lontong, ketupat."

(vga/vga)