Lenggak-lenggok Fesyen India di Indonesia

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Senin, 24/10/2016 20:52 WIB
Untuk pertama kali, dua label asal India bergabung di Jakarta Fashion Week (JFW). Mereka juga melirik peluang bisnis di Indonesia. Untuk pertama kali, dua label asal India bergabung di Jakarta Fashion Week (JFW). Mereka juga melirik peluang bisnis di Indonesia. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kali, dua label asal India bergabung di Jakarta Fashion Week (JFW) yang saat ini tengah digelar di Senayan City, Jakarta. Mereka membawakan koleksi busana yang digadang-gadang sesuai untuk wanita Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Amit Vijay, pemilik label Amrich. "Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia dengan Mumbai tidak jauh berbeda," ujarnya kepada awak media. "Selera busana hampir sama, begitu juga dengan iklimnya."

Menurut Amit, dari populasi, ragam etnis yang dimiliki, sampai warisan budaya antara India dan Indonesia juga sama besarnya. Hal tersebut lah yang membuat Amit yakin pasar fesyen di Indonesia sama besarnya dengan di negara asalnya.


Hal serupa juga disampaikan oleh Rina Singh, pemilik label EKA. Ia tidak membedakan desain busana untuk masyarakat India maupun Indonesia. Begitu pula bahan yang digunakan. Rina memakai wol sebagai bahan utama, yang dipadukan sutra. 

"Untuk daerah tropis, seperti Indonesia pun tidak masalah jika menggunakannya [bahan wol dan sutra]," kata Rina. Amit menyarankan material tersebut bisa digunakan untuk traveling.

Kemiripan itu lah yang membuat Rina, Amit dan koleganya, Richard Martin Pandav, percaya diri untuk memamerkan koleksi busana mereka di JFW.

Secara gamblang, Rina juga menyampaikan tujuan partisipasi mereka adalah untuk merintis bisnis di Indonesia.

"Kami ke Indonesia memang ingin melihat peluang bisnis yang ada," katanya. "Jika ada mitra yang tertarik dan mau bekerja sama, kami akan buka store di sini."

Rina pun mengklaim bahwa apabila label Amrich dan EKA berhasil membuka toko di Indonesia, maka mereka akan menjadi label India pertama yang ada.

Peluang bisnis yang besar juga dilihat oleh sang Duta Besar India untuk Indonesia, Madam Nengcha Lhouvum. Ia mengatakan bahwa hubungan antara India dengan Indonesia sudah sangat dekat, jauh sebelum kedua negara sama-sama merdeka.

"Ada satu kain bernama Patola," katanya. "Kain tersebut berasal dari Gujarat, tapi di Indonesia pun juga ada, tepatnya di Sumatra."

Madam Nengcha berujar bahwa ia ingin agar kerja sama India dengan Indonesia terus berkembang, terutama di bidang fesyen.

Keinginan dari Madam Nengcha agaknya terkabul berkat dukungan dari panitia JFW, Svida Alisjahbana, juga Lenny Tedja. Svida mengatakan bahwa pada awalnya hanya ada satu slot untuk label India.

"Rupanya Lenny Tedja cukup antusias, dia akhirnya memberikan dua slot, dengan masing-masing label bisa menampilkan 24 looks," jelas Svida kepada awak media.

Nantinya, tak hanya desainer India saja yang bertandang ke Indonesia. Svida menyatakan siap memboyong desainer Indonesia ke India.

(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK