Segelas Wine Sebelum Merokok Cegah Kerusakan Darah

Megiza, CNN Indonesia | Rabu, 16/11/2016 20:19 WIB
Segelas Wine Sebelum Merokok Cegah Kerusakan Darah Ilustrasi Penelitian di Jerman menemukan fakta bahwa mengonsumsi anggur merah dapat mencegah cedera vaskular yang disebabkan oleh kegemaran merokok. (Skitterphoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minum segelas red wine atau anggur merah sebelum merokok disebut dapat mencegah beberapa bahaya yang disebabkan oleh rokok.

Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti di Jerman, wine dinilai mempunyai bahan kimia yang dapat melindungi kerusakan jangka pendek pada pembuluh darah.

Para peneliti menguji efek merokok pada darah dan arteri dari 20 non-perokok yang masih sehat, yang diminta untuk mengisap tiga batang rokok.


Setengah dari mereka diminta untuk minum wine merah satu jam sebelum merokok. Artinya, mereka akan menghasilkan tingkat alkohol dalam darah hingga 0,75 persen.

Peneliti melihat, minum wine dapat mencegah pelepasan mikro partikel dari dinding arteri, trombosit dan sel darah putih yang dikenal sebagai penanda kerusakan akibat merokok.

Hal itu juga mengurangi peradangan dan memperlambat proses penuaan genetik dalam sel, terkait enzim telomerasi, yang kian terbentuk dengan cepat setelah merokok.

Aktivitas telomerase pada relawan yang tidak mengonsumsi wine sebelum merokok turun hingga 56 persen setelah merokok, tetapi hanya mencapai 20 persen oleh mereka yang minum wine terlebih dulu sebelum merokok.

Kepala penelitian, Dr. Viktoria Schwarz dari University of Saarland di Homburg, Jerman, mengatakan tujuan studi ini untuk menyelidiki efek vaskular akut dari konsumsi anggur merah, mengingat adanya tren merokok untuk sekadar bersosialisasi.

"Kami menemukan bukti bahwa mengonsumsi anggur merah dapat mencegah cedera vaskular yang disebabkan oleh merokok," katanya, dilansir Independent.

Meski timnya telah menemukan hal baru ini, dia menekankan bahwa temuannya ini tidak ingin memotivasi para perokok yang hanya sesekali mengisap rokok untuk kemudian menyukai minum wine, ataupun para peminum wine untuk kemudian menjadi perokok.

"Namun demikian, penelitian ini dilakukan hanya untuk mengidentifikasi mekanisme yang cocok untuk menelusuri kerusakan dan perlindungan pada pembuluh darah manusia dan membuka jalan bagi studi klinis di masa depan," ujarnya.

Penelitian ini telah dilaporkan ke dalam American Journal Medicine.


(vga)