Festival Perbatasan Meriahkan Akhir Tahun di Atambua

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 30/11/2016 12:06 WIB
Festival Perbatasan Meriahkan Akhir Tahun di Atambua Menikmati suasana di padang rumput Fulan Fehan, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang akhir tahun, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan usaha pengembangan industri pariwisata Tanah Air, salah satunya dengan menggelar Festival Perbatasan (Crossborder) di Kabupaten Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 10 Desember mendatang.

Festival seni budaya itu digelar dengan maksud menjaring wisatawan mancanegara (wisman) asal Timor Leste sekaligus menghibur masyarakat yang ada di kawasan perbatasan.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu, mengatakan kalau festival akan juga digelar sebagai penutup rangkaian kegiatan Festival Crossborder yang digelar sejak Juni kemarin.


”Atambua adalah daerah yang paling dekat dengan perbatasan, antara Indonesia dengan Timor Leste. Di daerah ini terletak pintu perbatasan Mota’ain yang menghubungkan antara Indonesia dengan Timor Leste. Jadi sangat berpotensi mendatangkan wisatawan,” kata Vinsensius.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, juga menjelaskan, kegiatan ini telah berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan Timor Leste setiap bulannya.

”Penyelenggaraan festival crossborder terbukti meningkatkan kunjungan wisman, khususnya yang melalui perbatasan Mota'ain. Dalam penyelenggaraan acara setiap bulannya, selalu dihadiri ribuan sampai puluhan ribu orang,“ kata Pitana.

Pitana menambahkan, promosi wisata melalui perbatasan juga perlu dikembangkan. Mengutip pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya, ia memberi contoh Perancis dan Spanyol, dua negara yang diuntungkan oleh konsep promosi yang sama.

“Melalui perbatasan, wisatawan tidak lagi bergantung dengan jalur udara, tapi bisa ditempuh dengan jalur darat. Karena itu, promosinya sangat cocok jika diterapkan dalam bentuk festival seni budaya yang meriah,” kata Pitana.

Ada atau tidaknya festival, Atambua memang sangat layak untuk dikunjungi. Kota terbesar di Pulau Timor setelah Kupang ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang indah.

Kota perbatasan yang sempat menerima Penghargaan Adipura selama tiga tahun berturut-turut ini menawarkan wisata alam tanpa batas, mulai dari Air Terjun Mauhalek, Benteng Lapis Tujuh Makes, Kolam Susuk, Pantai Pasir Putih, Teluk Gurita sampai Lembah Fulan Fehan.

Akses akomodasi dan transportasi umum di kota ini juga sudah lumayan memadai. Bagi wisatawan dari luar kota dapat mendarat di Bandara A. A. Bere Talo atau berlabuh di Pelabuhan Atapupu dan Pelabuhan Teluk Gurita.

(ard/ard)