Sepatu Berhias Emas dan Berlian Senilai Rp1,7 Miliar

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 06/12/2016 08:23 WIB
Sepatu Berhias Emas dan Berlian Senilai Rp1,7 Miliar Desain sepatu sneaker andalan butik Buscemi di Manhattan, New York, ini mengingatkan pada desain tas Birkin keluaran Hermès. (Courtesy Buscemi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barang apa yang tidak ada di New York, AS? Agaknya hampir semua barang tersedia, tak terkecuali sepatu sneaker berhias gembok emas dan berlian.

Desain sepatu putih andalan butik Buscemi di Manhattan, New York, ini mengingatkan pada desain tas Birkin keluaran Hermès. Harganya pun tak kalah fantastis, US$132 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar!

CNN mengabarkan, Buscemi meluncurkan koleksi baru ini untuk kalangan jet set. Inspirasi bersumber dari kemegahan dan kemewahan Mesir Kuno, makanya si sepatu dipajang dalam miniatur piramida emas.


"Ini merupakan gabungan penampilan sepatu dengan penuturan kisah awal ketika semua kemewahan bermula di Mesir," kata Jon Buscemi, sang pendiri label fesyen yang memang terobsesi sepatu mewah.

Sepatu ini dibuat beberapa model dari bahan kulit hewan maupun tekstil elegan. Salah satunya, mirip tas Birkin dari Hermes. Jon beralasan, banyak wanita kaya raya tergila-gila tas Birkin. 

Maka ia pun mengadopsi model tas beken kesayangan para sosialita ini dengan sentuhan berbeda, dan menempatkannya di kaki. Semula, sepatu ini dibuat sebagai bagian dari sebuah proyek seni.
 
Namun dalam perjalannya, sepatu ini akhirnya menjadi koleksi baru nan mewah dari Buscemi, yang melibatkan para artisan di Civitanova, Italia, untuk memproduksinya dengan ketelitian tingkat tinggi.

"Sepatu ibarat vokalis utama dalam sebuah band dan yang mendapat perhatian paling besar karena ini memiliki sesuatu yang tidak dilihat sebelumnya oleh orang lain," kata Jon.

Kini, sudah ada 30 gaya berbeda koleksi sepatu untuk pria, wanita, dan anak-anak yang dikeluarkan Buscemi. Rata-rata harga sepatu ini berkisar US$1.000 atau Rp13 juta per pasang.

Sepatu sneaker ini dibanderol harga fantastis, menurut Jon, karena dikerjakan secara manual dengan proses ketat selama 24 jam. Bukan produksi massal layaknya sepatu kebanyakan.

Bahkan si sepatu 'Birkin' ini juga tidak diiklankan atau dipromosikan. Jon menginginkan sepatu tersebut dipasarkan secara eksklusif. Selama ini hanya dituturkan dari mulut ke mulut.

"Saat ini adalah era internet. Kami ingin memiliki sesuatu yang tidak ditemukan di tempat lain," kata Jon. "Ketika semua orang yang memiliki seribu dolar dapat membeli sepasang sepatu Givency, itu tidak mewah lagi."

Untuk periode perdana, sneaker bertajuk 100mm tersebut hanya diproduksi sebanyak 600 pasang. Namun Buscemi sudah memproduksi ribuan pasang sepatu setiap bulan di 37 negara.

Dan untuk koleksi bertabur berlian, Jon mengatakan, sepatu tersebut dijual secara khusus pada klien tertentu.

"Kami melakukan ini untuk senang-senang," katanya. "Senang rasanya melihat orang bersuka cita ada di luar sana dan membeli sepatu ini."


(vga/vga)