Tren Titip Belanja di Bagasi Kosong Pelancong

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 08/12/2016 05:13 WIB
Tren Titip Belanja di Bagasi Kosong Pelancong Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat melakukan perjalanan ke suatu tempat tertentu, seperti pergi ke luar negeri, tak jarang kita selalu mendapatkan titipan dari kerabat untuk membelikan barang khas dari negara yang dikunjungi. Sebagian orang dengan senang hati melakukannya, sampai menjadikannya bisnis kecil-kecilan.

Hal itulah yang mendasari dua pemuda asal Singapura dan Indonesia, yaitu Cai Li dan Robi Ng untuk membuat aplikasi belanja yang bernama Airfrov. Menurut mereka, tren titip belanja di luar negeri menjadi semakin populer, namun terkadang ada kendala yang menghantui proses tersebut.

“Kendalanya seperti terbatasnya produk yang akan dikirim, lamanya durasi pengiriman, kepastian pembayaran, hingga tingginya biaya pengiriman,” kata Cai Li, di Jakarta pada Selasa (6/12).


Cara kerja aplikasi ini ialah pembeli tinggal mengetik nama barang yang akan dibeli di situs Airfrov.

Jika barang yang dicari tersedia, maka akan langsung tertera harga barang, negara asal pembelian dan pelancong yang akan membelikannya.

Kalau barang tidak tersedia, pembeli bisa menulis permintaan khusus.

“Dengan bergabung di Airfrov, pelancong bisa memanfaatkan ruang bagasi kosong dalam perjalannya,” ujar Robi Ng.

Proses pembelian berlangsung dari dua minggu sampai tiga bulan. Pembeli akan dikenakan biaya operasional sebesar lima persen dari harga barang plus Rp25.000 per transaksi.

Soal keamanan, Airfrov menjamin kalau transaksi yang dilakukan akan selalu diawasi oleh pihaknya. Tidak ada biaya yang dibayar sebelum barang dibelikan oleh pelancong.

“Jadi, pelancong membelikan barangnya terlebih dahulu. Setelah barang sudah sampai ke pembeli, baru kami meneruskan pembayaran biaya ke pelancong, ” kata Cai Li.

Satu setengah tahun setelah beroperasi di Singapura, Airfrov memilih Indonesia sebagai negara ke-dua, karena menurutnya industri pariwisata di sini semakin bergairah. Banyak yang datang dan pergi, dari dan ke luar negeri.

Sampai saat ini, aplikasi belanja ini telah memiliki lebih dari 95.000 pengguna, termasuk di dalamnya berasal dari indonesia.

“Selain meningkatnya aktivitas bepergian ke luar negeri, kami juga melihat kalau penduduk Indonesia semakin banyak yang melakukan titip belanja ke luar negeri. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan mereka, karena bisa titip belanja kapan saja,” ujar Robi Ng.

Head of Operations Airfrov Angeline Chandra Atmaja mengatakan kalau saat ini Airfrov ingin lebih dulu fokus mengembangkan layanannya, dengan meningkatkan layanan, bekerja sama dengan banyak komunitas dan pelancong, agar semakin banyak pengguna yang tertarik.

“Kami ingin meningkatkan dari segi pelayanan terlebih dahulu, kalau pelayanannya sudah baik, pasti target pengguna ke depannya, berapapun itu bisa tercapai,” kata Angeline.

(ael/ard)