Puluhan Kafe Bermenu Ganja di Belanda Tutup Usaha

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 16:55 WIB
Puluhan Kafe Bermenu Ganja di Belanda Tutup Usaha Kedai kopi Mellow Yellow. (Facebook/Mellow Yellow)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan tempat usaha yang menjual ganja di Amsterdam, Belanda, mengakhiri masa beroperasinya pada Minggu (1/1), setelah terbitnya aturan baru yang menetapkan kalau tempat usaha yang menjual ganja harus berada minimal 250 meter dari kawasan sekolah.

Dari 27 tempat usaha yang tutup salah satunya ialah Mellow Yellow, kedai kopi legendaris yang telah buka sejak tahun 1967.

“Saya berusaha melakukan yang terbaik, tapi ini adalah hari terburuk yang pernah saya alami,” kata sang pemilik, Johnny Petram, seperti yang dikutip dari The Telegraph pada Rabu (4/1).


“Mellow Yellow ialah kedai kopi tertua di Amsterdam, dan kini harus hilang dari sejarah,” lanjutnya.

Aturan baru itu dibuat pemerintah agar tidak ada lagi pengguna ganja di bawah umur. Tentu saja banyak pemilik tempat usaha yang keberatan dengan aturan tersebut, karena pengguna yang nakal akan tetap mendapatkan ganja dengan cara apapun.

Tempat kongko lain, yang berada di luar kawasan aturan baru tersebut, saat ini masih tetap beroperasi. Puluhan penduduk dan wisatawan bahkan sampai terlihat mengantre masuk ke dalamnya.

Ini bukan kali pertama Mellow Yellow “dipaksa” untuk menutup usahanya. Pada tahun 1978, kedai kopi ini sempat terbakar habis lalu berpindah ke beberapa tempat, sebelum akhirnya menempati tempat terakhir di jalan Vijzelgracht 33.

Petram berharap kalau Mellow Yellow dapat kembali membuka usahanya di kawasan lain.

Aturan baru ini membuat banyak orang menduga kalau pemerintah Belanda mulai membatasi kebebasan pemakaian ganja.

Sebelumnya, sempat tercetus aturan bahwa hanya penduduk asli Belanda yang boleh menikmati ganja dengan bebas di sana. Aturan ini disebut Weed Pass.

Dengan adanya aturan jarak tempat usaha penjualan ganja dengan sekolah, pemerintah pusat mengatakan kalau Weed Pass bisa jadi tidak diterapkan.

Selain penikmat daun herbal itu, banyak orang yang khawatir dengan keberadaan kedai kopi legendaris yang semakin tergusur dengan kedai kopi moderen.

Sejak tahun 1990-an, jumlah kedai kopi legendaris semakin berkurang, dari 350 unit menjadi 175 unit.

Ketua dari kelompok usaha kedai kopi di sana khawatir kalau tidak dilestarikan, kedai kopi legendaris akan lenyap dari tanah Belanda pada lima hingga 10 tahun ke depan.

Padahal, kedai kopi legendaris menjadi magnet bagi wisatawan yang datang ke Belanda. Hingga tahun 2015, sebanyak 14,9 juta wisatawan telah datang ke Negara Kincir Angin ini.

(ard)