'Buddha' Menyembul dari Dalam Air di China

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Rabu, 18/01/2017 20:25 WIB
'Buddha' Menyembul dari Dalam Air di China Patung Buddha tiba-tiba muncul di lokasi Bendungan Hongmen di China. Patung tersebut disinyalir berusia 600 tahun. (Pixabay/jeniffertn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Provinsi Jiangxi, China, dikejutkan kemunculan patung Buddha kuno, yang disinyalir berusia 600 tahun. Patung tersebut tiba-tiba tampak di dinding bendungan.

Kemunculan patung itu, melansir Xinhua, pertama kali disadari oleh penduduk setempat ketika permukaan air bendungan, turun hingga 10 meter karena proyek renovasi di pintu air.

Bagian dari patung yang pertama kali tampak adalah kepala Buddha yang terlihat dipahat di dinding tebing. Sang Buddha terlihat tengah menatap damai pada danau di hadapannya.


Kemunculan patung itu sontak menarik perhatian warga setempat dan wisatawan, yang menyebutnya sebagai keajaiban.

Patung yang baru ditemukan tersebut memiliki tinggi 3,8 meter dan dipahat di sisi tebing dengan ukiran di sekelilingnya.

Warga lokal percaya patung tersebut dibangun sebagai pelindung spiritual guna menenangkan aliran deras dari dua sungai besar yang bertemu di Jiangxi.

Terlebih, pakar arkeologi menyebut bahwa patung tersebut bisa ditelusuri sejarahnya hingga Dinasti Ming (1368-1644).

“Studi awal yang kita lakukan menunjukkan bahwa patung tersebut dibuat pada awal Dinasti Ming, atau bahkan bisa lebih lama lagi, di era Dinasti Yuan,” ujar Xu Changqing, Direktur Institut Riset Arkeologi Provinsi Jiangxi, kepada CNN.

Xu juga menyebutkan bahwa hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa patung itu terendam dalam air sejak 1960 saat Bendungan Hongmen dibangun. Pada saat itu, pemerintah setempat tidak menyadari adanya patung bersejarah itu.

Patung itu, papar Xu, bisa jadi awal penemuan ‘harta karun’ arkeologi. Pasalnya, penyelam menemukan ruang kuil di dasar danau. Terlebih, catatan sejarah lokal menyebut bahwa bendungan itu berlokasi di reruntuhan kota kuno bernama Xiaoshi.

Xu menyebut saat ini tim arkeolog bawah air tengah menginvestigasi kemungkinan kota kuno yang tenggelam dan merencanakan upaya restorasi.

Selain itu, Xu mengatakan bahwa patung tersebut berada dalam kondisi baik meskipun berusia ratusan tahun, justru karena terbenam dalam air.

“Jika patung itu tidak terbenam, bisa jadi sekarang kondisinya sudah rusak termakan cuaca, pengaruh oksidasi, dan risiko lain,” tutur Xu.

Kemunculan patung itu, di sisi lain, membawa nostalgia bagi para tetua desa. Huang Keping, contohnya. Pria berusia 82 tahun itu bercerita pernah melihat patung tersebut pada 1952.

“Saya ingat dulu patung itu berselimut emas,” kata Huang kepada Xinhua.

Adapun, di China, banyak relik bersejarah yang hancur akibat Revolusi Budaya pada 1960an, ketika warga China dititah menghancurkan semua artefak dan barang-barang kuno, feodal dan berbau magis.

Padahal, China adalah rumah dari berbagai patung Buddha yang dipahat di tebing dan dalam gua. Salah satunya adalah Leshan Giant Buddha, yang merupakan patung Buddha tertinggi di dunia.

[Gambas:Youtube]