Soal Lumba-lumba di Sriwijaya Air, TIJA Akui Taat Aturan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 18/01/2017 20:44 WIB
Soal Lumba-lumba di Sriwijaya Air, TIJA Akui Taat Aturan Sejumlah lumba-lumba melompati barongsai di Gelanggang Samudera, Ancol Taman Impian, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum selesai kasus kesengsaraan beruang di Kebun Binatang Bandung, nasib naas juga menimpa lumba-lumba yang diangkut oleh maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Menurut pantauan di media sosial, diketahui kalau Sriwijaya Air mengangkut lumba-lumba milik Taman Wisata Jaya Ancol (TIJA) tanpa kotak berisi air, dalam penerbangan dari Jakarta menuju Balikpapan, yang berdurasi sekitar dua jam.

Dari foto unggahan netizen, salah satunya dari akun Twitter musisi dan pecinta lingkungan hidup Melanie Subono, memperlihatkan kalau mamalia yang hidup di laut itu diangkut hanya dengan diselimuti handuk basah.


Dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Rabu (18/1), tim komunikasi TIJA menjelaskan kalau lumba-lumba itu dikirim melalui Sriwijaya Air untuk kebutuhan edukasi satwa di Balikpapan.

“Kami menjalankan amanat pemerintah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tulis TIJA dalam keterangan resminya.

“Aktifitas pengangkutan lumba-lumba sudah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor P.1/IV-SET/2014, standarisasi International Air Transport Association (IATA), serta memperhatikan keamanan dan kesehatan hewan dengan pendampingan khusus dari Dokter Hewan,” lanjut keterangan resmi tersebut.

Dari penelusuran di dunia maya, diketahui kalau Sriwijaya Air memiliki peraturan membatasi jenis binatang yang dapat diangkut dalam penerbangan.

Sedangkan maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia, menerima pengangkutan binatang disertai kandang yang aman, yang akan ditempatkan di kargo pesawat.

Kedua maskapai penerbangan itu melakukan pengecekan khusus kepada penumpang dan binatang yang dibawanya sebelum terbang.

Dari peraturan IATA, tercatat kalau binatang hidup yang dibawa dalam penerbangan harus berada dalam kondisi yang aman, sehat dan manusiawi. Tentu saja untuk binatang laut, kotak berisi air membuat mereka lebih nyaman selama berada dalam penerbangan.