Demi Keamanan, China Minta Sidik Jari Pendatang

REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 14/02/2017 14:02 WIB
Peraturan baru itu mulai berlaku pada Jumat (10/2) di Bandara Shenzen, dan akan diterapkan ke seluruh kawasan secara bertahap. Suasana Stasiun Kereta Hongqiao di China saat mudik Imlek 2017. (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi alasan keamanan, saat ini pemerintah China meminta sidik jari seluruh pendatang yang melalui perbatasannya. Peraturan baru itu ditetapkan oleh Menteri Keamanan, sepeti yang dilansir dari Reuters pada Selasa (12/2).

Peraturan baru itu mulai berlaku pada Jumat (10/2) di Bandara Shenzen, dan akan diterapkan ke seluruh kawasan secara bertahap.

Seluruh pendatang yang memiliki paspor dan berusia mulai dari 14 sampai 70 tahun wajib menyerahkan sidik jari.


Namun, belum diketahui lebih lanjut mengenai pengelolaan sidik jari itu.

Pemerintah mengatakan kalau peraturan baru itu akan mengetatkan pengamanan negara dan juga mempersingkat waktu pendataan pendatang.

Selain China, peraturan yang sama juga telah diterapkan oleh Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Kamboja.

Walau peraturan kedatangannya semakin ketat, namun pemerintah China memberi kelonggaran bebas visa kepada sejumlah negara, meski waktu berkunjungnya tetap dibatasi.

Pemegang paspor umum dari negara San Marino bisa berkunjung selama 90 hari tanpa visa.

Sedangkan dari negara Bahama, Ekuador, Fiji, Grenada, Mauritius, Serbia, Seychelles dan Tonga dapat berkunjung selama 30 hari tanpa visa.

Sementara itu pemegang paspor dari Brunei Darussalam, Jepang dan Singapura dapat berkunjung selama 15 hari tanpa visa.

(ard)
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK