Pecinta wisata alam dan sejarah sudah pasti tidak boleh melewatkan kunjungan ke kawasan yang berada di kabupaten Gianyar ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia tetap berharap, agar pengembangan tak melunturkan adat istiadat masyarakatnya.
Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Cok Ace ini, menyarankan agar pementasan kesenian khas Bali, seperti Tari Kecak, Tari Legong dan Kesenian Barong, tak menjadi monopoli hotel yang berada di Ubud.
“Ini dimaksudkan agar wisatawan bisa menyaksikan secara langsung pementasan kesenian di desa-desa yang menjadi pusat pengembangannya, sehingga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokalnya,” kata Cok Ace.
“Selain wisatawannya, pihak hotel, biro perjalanan sampai masyarakat lokal juga akan mendapat dampak positifnya,” lanjutnya.
Sepanjang tahun lalu, sebanyak 4,9 jutaan wisatawan mancanegara (wisman) telah mendatangi Bali. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 23,14 persen dibanding tahun sebelumnya, yaitu 4 jutaan orang.
Kunjungan wisman tersebut melampaui target awal yaitu 4,2 juta orang. Tahun ini, Bali memiliki target kunjungan wisman sebanyak 5,5 juta orang.
(ard)