Atasi Skip Challenge, Kemenkes Imbau Peran Penting Sekolah

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 10/03/2017 16:14 WIB
Atasi Skip Challenge, Kemenkes Imbau Peran Penting Sekolah ilustrasi: Kemenkes mengingatkan perlunya peran UKS dan orang tua terhadap ancaman skip challenge(Thinkstock/RyanKing999)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maraknya aneka 'permainan' penantang kematian seperti skip challenge menyebabkan timbulnya keprihatinan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr Eni Gustina menegaskan bahwa tantangan ini adalah aksi yang berbahaya.

Aksi yang marak di kalangan remaja sekolah ini harus mendapat banyak perhatian dari pihak sekolah, khususnya Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

"Kami baru tahu soal ini, dan akan kami sosialisasikan untuk UKS. Kebetulan kami mau ada pelatihan petugas UKS di Jakarta dan perlu dijelaskan ke anak bahwa otak itu sangat penting," kata Eni, dikutip dari detik Health.


Bukan cuma pendekatan dan penjelasan dari sekolah tapi orang tua juga harus punya pendekatan tersendiri untuk berkomunikasi dengan anak. Orang tua harus bisa berkomunikasi baik dengan anak.

Pasalnya, biasanya orang tua cenderung lepas kendali atas anak remajanya. Banyak orang tua yang merasa anaknya sudah cukup umur untuk bisa berpikir soal hal baik dan buruk sendiri. Selain itu kesibukan orang tua juga sering membuat mereka minim pengetahuan tentang aktvitas anaknya.

"Paling penting itu komunikasi dengan anak. Jangan hanya tanya soal PR, tapi tanya juga tentang apa yang sudah dilakukan hari ini, biarkan dia cerita, jadi ada keterbukaan dan tidak merasa dilepas," tutur Eni.


(chs)