Mengutip Reuters, Maduro mengirimkan penyidik dan tentara ke 700 toko roti yang ada di kota tersebut. Mereka bertugas untuk memeriksa apakah para pembuat roti menaati aturan yang dibuat. Maduro menetapkan aturan bahwa 90 persen gandum yang dimiliki harus lebih banyak diolah menjadi roti dibanding cake dan pastry lainnya yang berharga mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua orang lainnya ditangkap karena membuat brownies dari gandum kedaluarsa.
Kejadian ini membuat kelompok yang mewakili para pembuat roti, Fevipan, meminta waktu untuk bertemu dengan Maduro. Fevipan berpendapat bahwa sebagian besar produsen roti tak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka jika tak menjual produk roti dengan harga yang lebih tinggi. (chs)