Cocktail dan minuman musim panas memang tak lengkap tanpa adanya payung kecil di sisinya. Payung ini menjadi sebuah ikon pantai dan tiki bar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, payung tersebut diciptakan karena produsen harus menarik konsumen sebanyak mungkin dengan cara serendah mungkin. Mereka diminta untuk lebih kreatif menggunakan berbagai bahan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan surat kabar China yang digulung jadi satu.
Payung cocktail kecil ini diciptakan pada 1932. Payung cocktail ini pertama kali digunakan oleh Harry Yee, seorang bartender Hilton Waikiki. Cocktail pertama yang mendapat payung adalah tapa punch pada 1959.
Sebelum payung cocktail dipakai, dia menggunakan bunga anggrek sebagai garnish pada minumannya.
Namun adakah alasan sains lainnya soal payung cocktail ini?
Mengutip Bon Appetit, Peter Vollhardt, seorang profesor dari University of California-Berkeley mengungkapkan penjelasan sains terkait fungsi payung.
"Saat es mulai meleleh, temperatur akan naik di atas 0 derajat celcius dan penguapan alkohol akan meningkat," katanya.
Namun Daniel Weix seorang profesor kimia organik mengungkapkan bahwa penambahan payung tidak terlalu berhubungan dengan penguapan alkohol.
Menurutnya, penguapan alkohol tidak akan terjadi terlalu cepat di bawah sinar matahari langsung dibanding dalam gelap, jika temperatur udaranya sama.
"Menurut saya, kandungan alkohol dalam minuman sebenarnya tidak terlalu bahaya jika tanpa payung." (chs)