Slovenia Ciptakan Wine First Lady untuk Melania Trump

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 16/03/2017 09:30 WIB
Slovenia Ciptakan Wine First Lady untuk Melania Trump Slovenia membuat rangkaian koleksi red wine First Lady (Dok. Snowdrift Cider)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melania Trump semakin memperkuat posisi negara kelahirannya, Slovenia dan memperkenalkannya pada dunia.

Posisinya sebagai Ibu Negara Amerika menginspirasi empat orang pembuat wine dari Slovenia untuk membuat wine. Empat warga Slovenia tersebut membuat anggur merahnya di area dekat kampung halaman Melania Trump, Sevnica.

Produksi red wine ini pun diberi nama First Lady. Minuman ini dibuat dari jenis anggur Blaufrankisch yang merupakan anggur asli dari kawasan timur Slovenia.


Mengutip Fox News, wine ini pertama dijual di Kastel Sevnica, sebuah lokasi wisata populer di kota tersebut. Menurut majalah wine Decanter, dalam tiga hari, 300 botol pertama sudah terjual habis.

Sedangkan 2000 botol wine lainnya sekarang dijual di toko souvenir kastel tersebut. Selain itu, wine juga dijual di kantor wisata resmi kota itu.

Selain wine, rangkaian koleksi First Lady juga terdiri atas salami yang dibuat dari daging babi yang diternakkan khusus, cokelat, dan juga krim kecantikan.

"Kami memiliki wine yang bagus, salami terbaik, dan produk lain yang baik dari area ini," kata Rok Petancic, pengurus Kastel Sevnica.

"Saya rasa ini adalah salah satu cara terbaik untuk bisa mempromosikan pembuat wine lokal, wisata lokal, dan varian blaufrankisch. Ini sangat penting untuk kami jika ingin menjadi pusat dari ketersediaan blaufrankisch."

Namun di sisi lain, produk ini belum tentu mendapat persetujuan dari keluarga Trump untuk menggunakan nama tersebut.

Keluarga Trump dikenal selalu 'mengejar' orang yang menggunakan nama mereka secara ilegal untuk memasarkan produk yang tak terafiliasi dengan mereka. Tentang hal ini, Petancic mengaku tak khawatir.

Dia tak khawatir tentang adanya laporan bahwa Melania Trump telah menyewa firma hukum Slovenia untuk menghentikan produsen lokal menggunakan namanya untuk menjual barang dagangannya.