Review Kuliner

Mengubah Fast Food Jadi Makanan yang Lebih Sehat

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 17/03/2017 15:18 WIB
Mengubah Fast Food Jadi Makanan yang Lebih Sehat Disastr burger yang diklaim lebih sehat karena menggunakan roti gandum dan daging wagyu.(CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada yang sebaik makanan buatan ibu di rumah. Makanan ibu di rumah dijamin lebih sehat karena menggunakan berbagai bahan terbaik dan penuh cinta.

Namun sayangnya, terkadang masakan ibu di rumah seringkali menu yang itu-itu saja. Hal ini pun membuat anak jadi lebih pilih junk food dan fast food yang tersedia di pasaran.

Kondisi tersebut membuat aktris Dian Sastrowardoyo dan keempat temannya yaitu Tana Suwardhono, Reina Latief Wardhana, Jessica Halim, dan Putri Hardiman Alamsyah membuat sebuah restoran yang diberi nama Mam.


"Ide membuat restoran ini sebenarnya baru karena awalnya kami semua berangkat dari usaha katering rumahan makanan sehat, 3 skinny minnies," kata Dian Sastro saat pembukaan Mam di Senayan City, Kamis (16/3).

"Idenya kami ingin berbagi ke orang yang lebih banyak agar bisa menghadirkan makanan sehat untuk keluarga di mal."

Dian dan keempat temannya mengklaim restoran miliknya hanya menyajikan berbagai makanan sehat. Sisi sehat dari kreasi makanan olahannya diambil dari sisi penggunaan bahan baku yang berkualitas dan terbaik.

"Semua menu yang kami hadirkan di sini adalah menu yang selalu kami sajikan untuk anak-anak dan keluarga kami di rumah, maka selalu kami buat dengan bahan berkualitas," ucap Dian.

"Tapi tidak semua bahan makanannya adalah bahan organik, karena ada beberapa yang harganya terlalu mahal dan harganya tidak masuk untuk harga jual," kata Tana Suwandhono.

Menghadirkan makanan sehat

Mam mengklaim diri menghadirkan menghadirkan berbagai makanan sehat namun dalam versi mirip makanan bergaya fast food.

"Sehat itu tidak harus menderita. Tapi makanan sehat juga punya rasa yang enak. Fast food itu mahal tapi masalahnya tak ada yang tidak suka fast food. Maka kami ingin buat konsep makanan fast food jadi lebih sehat," kata Reina Latief Wardhana.

Nama restoran yang berarti makan dan juga kepanjangan mother and mrs ini baru memiliki delapan jenis menu. Menu tersebut antara lain rice bowl, burger, dan sandwich.

Burger-burger yang tersedia antara lain el patron, big wave, dan the disastr burger. Sedangkan sandwichnya adalah k-pop sandwich dan j-pop sandwich.

Di antara semua menunya, yang paling favorit adalah the disastr burger.

Sama seperti burger pada umumnya, the disastr burger ini terdiri dari dua buah patty besar. Patty ini terbuat dari daging sapi wagyu yang ditambahkan dengan dua lembar keju. Lembaran keju yang meleleh ini akan menambah rasa ke dalam daging sapi dan membuatnya jadi lebih sedap dan gurih.

Namun daging wagyu yang agak tebal di bawah rotinya ini sedikit terasa hambar. Mereka mengklaim memang mengontrol penambahan garam di dalam masakannya agar jadi lebih sehat.

Seporsi burger ini disajikan dengan tambahan irisan tomat dan selada segar. Sayangnya hanya ada sedikit irisan tomat dan selada yang diberikan di bawah rotinya.

J-pop sandwichFoto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti
J-pop sandwich
Hanya saja berbeda dengan burger lainnya, Mam menyajikan burger dengan roti gandum yang lebih sehat dan berserat.

Dalam gigitan pertama, burger ini terasa sedikit asin, terutama di bagian rotinya. Meski mengaku tak banyak menggunakan garam dalam hidangannya, namun penggunaan mentega untuk memanggang roti burgernya terasa sedikit berlebihan di beberapa bagiannya.

Dengan alasan kesehatan pula, restoran tersebut tak menyajikan saus sambal dan saus tomat botolan siap saji.

Namun seolah tak bisa menggantikan posisi saus di hati pecinta kuliner Indonesia, Mam membuat sendiri saus homemadenya. Ada lima saus yang hadir di restoran ini yaitu hunny bunny (saus mustar madu), snow patrol (mayones), holy herb (saus pedas manis gochujang), fire hazard (saus pedas coriander), tart art (saus tartar).

Khusus untuk disastr burger, ada dua jenis saus yang ditambahkan ke dalamnya yaitu snow patrol dan fire hazard.

"Setiap tiga hari, Tana masih membuat sendiri semua saus di rumahnya," kata Dian.

Hanya saja bagi pecinta pedas, saus fire hazard sama sekali tak terasa pedas. Saus ini malah lebih terasa asam karena kandungan tomat. Selain tomat, rasa asamnya juga didapatkan dari penggunaan light sour cream di dalamnya.

Namun nilai lebihnya, saus ini terasa lebih aromatik dengan penggunaan daun rempah coriander (ketumbar) yang identik dengan rasa bahn mi ala Vietnam.