Mengenal 4 Senam Yoga Baru Dengan Iringan Musik Aneka Genre

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 27/03/2017 02:23 WIB
Mengenal 4 Senam Yoga Baru Dengan Iringan Musik Aneka Genre Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman
Jakarta, CNN Indonesia -- Berlatih yoga identik dengan ketenangan karena berkaitan dengan unsur meditasi yang di dalam yoga. Namun, kini yoga mengalami gaya baru lewat arahan instruktur yang berasal dari berbagai negara di luar negara pencipta yoga.

Musik menjadi pengiring gerakan senam dan meditasi yoga. Yoga dengan iringan musik ini pun bisa dijajal selama Bali Spirit Festival 2017. Mulai dari yoga dengan iringan musik ringan hingga cadas.

Dan, ternyata alasan pemilihan lagu-lagu unik ini bukan sembarangan tanpa alasan.

Disko Yoga
Disko Yoga diciptakan oleh Nickie Hanley, instruktur yoga asal Australia. Dia sudah mengajar yoga sejak 2010. Tiga tahun lalu, mantan penari klab malam di negara asalnya itu menciptakan disko yoga karena ia merindukan musik dan menari.


Nickie menciptakan kelas yoga yang lebih engerjik dimana ia menggabungkan yoga, disko dan tari.

Nickie sengaja memilih musik disko untuk mendapatkan suasana kelab malam. Namun, kelab malam ciptaannya tentunya akan membuat orang bersenang-senang tanpa alkohol atau narkoba.

"Kelas ini diciptakan agar peserta sadar jika pesta tidak harus dengan alkohol dan narkoba,” terang Nickie kepada CNNIndonesia.com, di Bali Spirit Festival.

Musik disko dipilih karena dianggap dapat meningkatkan semangat dalam bergerak. Sementara gerakan yoga disko ada tambahan gerakan bebas untuk menari.

Para peserta pun diizinkan bernyanyi bersama dengan iringan musik yang dibawakan DJ di kelasnya.

"Tidak seperti yoga biasa yang banyak berpikir. Bukan di sini tempatnya. Kelas ini tentang senang-senang dan merasa bahagia," ujar Nickie

Selain musik dari live DJ, pilihan musik biasanya musik yang sedang populer seperti Can't Stop The Feeling dari Justin Timberlake dan 24K Magic dari Bruno Mars. Nickie juga pernah membawakan lagu-lagu Tribute to George Michael.

Reggae Yoga
Sesuai dengan namanya, senam yoga ini pun diiringi musik reggae dan mengajak orang menari. Kelas bernama Roots, Rock, Ready, Let's Yoga to Love Reggae Music ini dipimpin langsung oleh Nadine McNeil dari Jamaika. 

Seiring dengan hentakan musik reggae, Nadine pun mengajak peserta untuk melakukan gerakan yoga vinyasa. Namun, di akhir gerakan biasanya Nadine memodifikasinya dengan gerak tari. Yang ini tujuannya agar peserta bisa menikmati musik reggae.

"Saya suka reggae, tapi belum pernah yoga dengan reggae sebelumnya. Ini sangat menyenangkan," kata Nicky yang berasal dari New York, AS.

Yoga reggae ini diciptakan Nadine 3 tahun lalu yang juga bertujuan mempromosikan negara asalnya.

"Berasal dari Jamaika, ini adalah musik ketika saya tumbuh besar. Sudah mendarah daging dalam diri saya untuk mempromosikan reggae dan Jamaika," kata Nadine saat ditemui usai kelas.

Nadine saat ini menetap di Bali dan mengajar di Yoga Barn, Ubud.

Black Metal Yoga
Black metal dikenal sebagai musik cadas yang memiliki tempo cepat, permainan gitar berdistorsi, dan tarikan vokal yang garang. Musik ini identik dengan kebencian dan kegelapan.

Namun, Melody Isis Henry memilih musik ini bersama dengan gerakan yoga yang ia percaya bisa menciptakan keseimbangan. Wanita asal Amerika Serikat ini percaya setiap orang memiliki dua sisi, gelap dan terang.

"Penting untuk mengetahui kedua sisi itu agar tubuh dan pikiran tetap seimbang," kata Melody.

Di permulaan kelas, Melody memberikan meditasi singkat yang membawa semua peserta yoga fokus pada sisi gelap yang dimilikinya.

Kemudian melalui gerakan vinyasa yoga, sisi kelam itu dialirkan keluar tubuh dengan iringan musik black metal. Melody terus mengarahkan para peserta yoga untuk mengeluarkan enerji negatif dalam tubuh agar bisa sembuh dari luka masa lalu.

Tarian Jiwa
Yoga tarian jiwa merupakan yoga yang diciptakan oleh instruktur yoga asal Indonesia. Mereka adalah pasangan suami istri Martin Elianto dan Tasya Dante.

Berbeda dengan musik disko, reggae, dan black metal, yoga tarian jiwa menggunakan musik dengan nada lambat. Mereka menggunakan tempo 60 beats per menit.

Martin menjelaskan musik dengan nada lambat ini akan masuk ke dalam jiwa orang-orang yang tengah berlatih yoga. Musik ini akan membuat orang lebih serius untuk belajar yoga.

Lagu-lagu seperti Voice of the Wind dari See New Project, Hypnotised dari Coldplay, I Don't Wanna Live Forever dari Zayn Malik dan Taylor Swift, serta Crush dari Yuna menjadi pengiring dalam kelas sesi itu.

"Musik itu sebagai pengarah gerak dan lagu yang memotivasi serta memberikan semangat positif," kata Martin.

Martin dan Tasya memadukan gerakan dan musik di sebuah studio di Bogor. Mereka menggabungkan gerakan ashtangga dan yin yoga dengan musik itu.

Selain membuka kelas di Bogor, pasangan suami istri ini juga sudah mengajar di beberapa kota di Indonesia.