Mengenal Gagal Ginjal, Penyakit yang Diderita Komedian Eko DJ

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 28/03/2017 10:41 WIB
Mengenal Gagal Ginjal, Penyakit yang Diderita Komedian Eko DJ Proses gagal ginjal dimulai karena menurunnya kinerja dan kemampuan ginjal untuk menyaring darah. (Thinkstock/pixologicstudio)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komedian Eko DJ atau yang dikenal sebagai Eko Srimulat mengembuskan napas terakhirnya di usia 65 tahun. Dia meninggal karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya.

Untuk mengatasi penyakit gagal ginjalnya, Eko harus rutin melakukan cuci darah. Mengutip detik, sudah satu tahun belakangan, Eko tak pernah absen saat cuci darah. Namun sebelum meninggal, Eko ternyata enggan cuci darah.

Gagal ginjal adalah sebuah penurunan fungsi ginjal. Ginjal penderita tak bisa menyaring dan membersihkan darah dari berbagai racun dan membuangnya ke urin.


Ada beberapa penyebab gagal ginjal, antara lain karena kerusakan ginjal secara langsung karena diabetes atau penyumbatan tak langsung karena batu ginjal.

Gagal ginjal sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan kronis. Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal berhenti menyaring limbah dalam darah. Sedangkan gagal ginjal kronik disebabkan karena gejala awal yang tak tertangani serius dan berangsur-angsur menjadi lebih parah.

Ciri-ciri gagal ginjal

Mengutip berbagai sumber, gagal ginjal memiliki berbagai gejala awal yang harus diwaspadai.

Di tahap awal, gagal ginjal dimulai dengan menurunnya fungsi ginjal. Namun saat disepelekan, fungsi ginjal akan semakin menurun dan bahkan rusak.

Beberapa ciri awal gagal ginjal yang bisa diperhatikan antara lain dari perubahan warna dan pola urin.

Saat ada gangguan pada ginjal, urin yang keluar akan memiliki banyak gelembung, sering buang air kecil terutama pada malam hari. Jika dilihat dari warnanya, urin akan berwarna lebih pucat, terkadang ada darah yang menyertainya.

Adanya gangguan pada ginjal juga menyebabkan tubuh jadi mudah lelah, membengkak, dan juga bau mulut. Bau mulut terjadi karena banyaknya racun dan kotoran dalam darah yang tidak tersaring dan terbuang.

Dalam beberapa kondisi, penderita gagal ginjal juga sering mengalami gangguan pencernaan, sulit bernapas, sakit kepala, nyeri tulang, sampai anemia.

Dalam kondisi yang parah, penderita gagal ginjal harus melakukan cuci darah (hemodialisis). Proses cuci darah ini diperlukan untuk menggantikan tugas ginjal menyaring dan membersihkan darah.

Cuci darah biasanya dilakukan pada pasien dengan penyakit ginjal kronok dan akut. Hanya saja, ada berbagai masalah kesehatan yang ditimbulkan setelah proses cuci darah ini dilakukan. Efek samping tersebut membuat banyak penderita cuci darah enggan melakukannya kembali.

Pasien gagal ginjal haris menjalani proses cuci darah seumur hidupnya. Proses ini bisa dilewati dan tak dilakukan kembali saat mereka melakukan transplantasi ginjal.

Proses cuci darah seumur hidup ini bukanlah sebuah cara pengobatan untuk menyembuhkan gagal ginjal. Cuci darah atau hemodialisis hanya membantu untuk membuang racun dan kelebihan metabolisme yang dilakukan tubuh setiap harinya agar tak meracuni tubuh.