Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti menerjemahkan konsep Pentahelix melalui persepsi branding dan PR-ing di berbagai daerah, terutama di 10 destinasi prioritas maupun destinasi branding. "Di Lombok, kami adakan Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia dari tanggal 1 hingga 4 April 2017," ujar Esthy yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara, Hariyanto di Lombok.
Beberapa pihak turut mendukung program ini. Di antaranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Politeknik Pariwisata Negeri Lombok dan STP Bandung, komunitas GenPI Lombok Sumbawa, GenPI Maluku, GenPI Aceh, GenPI Jawa Barat, GenPI Jawa Tengah, GenPI Sumatera Barat, ASITA NTB, DAN perwakilan media nasional. “Sinergi ini biasa kami sebut dengan Pentahelix. Semua kami rangkul untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya dalam mewujudkan target 2017 hingga 2019,” tambah Esthy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia juga memberikan materi pengembangan pariwisata Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi halal, creative strategic for tourist acceleration, eksistensi, peran politeknik pariwisata Lombok sebagai institusi Kemenpar, hingga branding Pesona Indonesia. (odh/odh)