Hebat! Indeks Daya Saing Wisata Indonesia Melejit 8 Poin

adv, CNN Indonesia | Jumat, 07/04/2017 17:14 WIB
Hebat! Indeks Daya Saing Wisata Indonesia Melejit 8 Poin
Jakarta, CNN Indonesia -- Insan pariwisata Indonesia boleh berbesar hati. Indeks daya saing Indonesia melesat naik 8 poin, dari posisi 50 besar dunia ke peringkat 42.

Reputasi membanggakan itu disebutkan oleh The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2017 dan telah dirilis secara resmi oleh World Economic Forum (WEF) pada 6 April 2017.

Ini adalah sukses kedua Menteri Pariwisata Arief Yahya, setelah 2015 lalu mendongkrak posisi Indonesia dari papan 70 besar ke nomor 50. "Terima kasih! Ini berkat support dan komitmen Presiden Joko Widodo, yang menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama, leading sector dan sekaligus menjadikan core economy bangsa Indonesia!" jawab Menpar Arief Yahya.


Menpar Arief mengibaratkan capaian ini seperti lari maraton 42,195 km, bukan sprint 100 meter. Oleh karena itu, semua lini harus bekerja dengan sistem menyeluruh di semua level dan konsisten dengan ritme yang tinggi.

Menurut Menpar Arief perlu pondasi kuat dan stamina teruji untuk bisa berlari panjang menuju garis finis.

"Indonesia naik 8 poin, Malaysia turun -1 di posisi 26, Singapura juga melemah -2, dan Thailand naik 1 poin di peringkat 34. Tahun 2019, proyeksi kami, Indonesia akan naik di posisi 30 besar dunia," harap Menpar Arief.

“Wonderful Indonesia harus segera move on ke 30 besar dunia. Untuk mencapai ranking 30 dunia, kita terus memperbaiki kelemahan, seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, health and hygiene, dan aksesibilitas, khususnya konektivitas penerbangan, kapasitas kursi dan penerbangan langsung,” kata Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief terdapat 3 poin penting dari kenaikan signifikan peringkat Indonesia tersebut. Pertama, tingkat kepercayaan diri bangsa ini meningkat drastis. "Ternyata kita mampu bersaing di level dunia! Ternyata potensi kita kuat untuk bisa mengalahkan pesaing negara lain dengan bangga. Kita bukan bangsa lemah, kita bangsa hebat. Coba sedikit lebih solid, speed dan smart, kita bisa lebih hebat lagi," sebut Arief Yahya.

"Tidak salah, jika Presiden Jokowi menyebut DNA kita ada di sini! Creative industry, pariwisata di dalamnya. Kemenangan itu menyadarkan bahwa kita mampu hebat," jelasnya.

Kedua, kenaikan poin itu telah dikalibrasi oleh lembaga dunia yang kredibel seperti WEF dengan standar global. "Mereka men-collect data dari banyak sumber, termasuk UNWTO dan World Bank, jadi ketika kita mengerjakan 14 pilar dengan baik, secara otomatis mereka akan menilai," jelas dia.

Dari data yang terekam TTCI angka 14 pilar, seperti priorization travel and tourism, business environment  dan lainnya, sangat dinamis.  "Kita masih banyak kelemahan dan ketika sudah tahu titik lemahnya, maka kita tinggal berkonsentrasi memperbaiki lebih serius di titik titik itu," jelas Arief Yahya.

Ketiga, kenaikan 8 poin itu akan ikut mengkatrol kredibilitas Indonesia di mata dunia sehingga wisman pun tidak merasa ragu lagi untuk berwisata ke Indonesia. "Tiga hal itu sering saya sebut dengan 3C, Credibility, Confidence dan Calibration," sebutnya.

Kendati demikian, Mantan Dirut PT Telkom itu tak mau terlena dan tetap bekerja keras. "Pekerjaan rumah kita masih banyak, menumpuk dan perlu kerja keras untuk mengurai satu per satu dari 14 pilar dan 4 subsektor yang dipantau oleh TTCI Itu," ucap Menteri Arief.

Untuk memperbaikinya memang tak bisa instan. Tak bisa juga digarap Kemenpar sendirian sehingga Arief Yahya mendorong terwujudnya Indonesia Incorporated.