Alasan Pria Kini Tertarik untuk Suntik Botox

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 27/04/2017 07:14 WIB
Alasan Pria Kini Tertarik untuk Suntik Botox Selain mulai terbuka akan berbagai prosedur perawatan wajah, pria juga termotivasi karena kompetisi di tempat kerja. (Foto: Thinkstock/Kieferpix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kini makin banyak pria yang tertarik dengan suntik botox untuk membuat wajah tampak awet muda.

Berdasarkan studi yang dirilis oleh American Society for Aesthetic Plastic Surgery, jumlah pria yang melakukan suntik botox mencapai 453.281 pada 2016. Sementara setahun sebelumnya, studi dari American Society of Plastic Surgeon menyebutkan jumlah pria yang melakukan suntik botox meningkat 337 persen sejak 2000.

Di balik fakta mengejutkan ini, Huffington Post mengungkap lebih jauh fenomena ini lewat lima orang dokter bedah plastik di New York, Los Angeles, dan San Francisco. Siapa saja yang tertarik dengan tindakan perawatan ini serta apa alasan di baliknya. 


Berusia 35-65 Tahun

Kelima dokter bedah plastik sepakat bahwa pria yang mengunjungi tempat praktek mereka berusia 35-65 tahun. Rata-rata mereka golongan kerah putih yang profesional dalam bidang bisnis, hukum, fesyen atau dunia seni dengan pendapatan tinggi. Mereka melakukan suntik botox, terutama pada bagian alis dan sekitar mata kira-kira 3-4 kali per tahun.

Dokter bedah plastik di San Francisco, Seth Matarasso menuturkan bahwa suatu hal yang mustahil untuk menyebutkan dengan tepat tipe pria yang menerima suntik botox.

"Pasien saya ada yang pria Asia, pria Afrika-Amerika, pria kulit putih, pria-pria manapun," kata dokter yang juga profesor dermatologi di Universitas California, Fakultas Obat-obatan. Ia menyebut, pasiennya mulai dari kalangan politisi sampai pemain baseball dan hoki.

"Saya punya pasien seorang CEO dari partai Republikan yang melakukan suntik botox. Dia seorang Trumpite dan dia pecandu racun," ujarnya.

Motivasi: Kompetisi di tempat kerja

Alasan wanita melakukan suntik botox demi tampilan yang lebih muda. Sedangkan menurut para dokter ini, kompetisi di tempat kerjalah yang membuat pria melakukannya.

"Mereka punya prosedur yang lebih banyak karena mereka ingin punya daya saing di tempat kerja," kata Kepala American Society for Aesthetic Plastic Surgery, dokter Daniel C. Mills pada Huffington Post.

Sepakat dengan dokter Daniel, dokter Paul Nassif dan dokter Terry Dubrow berkomentar, pria takut bersaing dengan pria yang lebih muda. "Tampilan yang lebih mudah dan lebih baik, punya kesempatan lebih baik untuk tetap di pasaran dan berkompetisi. Sesimpel itu," kata dokter Terry.

Beragam promosi buat pria

Dulu, kebanyakan situs bedah plastik hanya menargetkan wanita. Hal ini diungkapkan oleh seorang dokter bedah plastik Dokter Daniel Maman.

"Pria membuka situs dan hanya akan melihat gambar prosedur pembedahan untuk wanita. Sekarang kami punya laman tersendiri untuk pria dan terdapat galeri yang menunjukkan gambar pria," kata dokter yang pernah masuk dalam daftar The New York Times "Super Dokter untuk Operasi Plastik" pada 2015 lalu.

Dipengaruhi pasangan atau orang terdekat 

Dokter Terry berkata pria menyalahkan pasangan mereka. Mereka berkata tidak peduli, tapi pasangan merekalah yang menginginkan hal ini. Kebanyakan para dokter sepakat bahwa setelah pria melihat hasil suntik botox pada orang terdekat mereka, para pria cenderung mencoba melakukan.

"Pria mulai dengan sesuatu yang membuat mereka nyaman. Mereka akan memulai dengan racun. Karena (mereka akan berpikir untuk diri mereka sendiri), 'istri saya sudah melakukan ini, teman saya juga, saya tahu ini aman. Saya tahu ini canggih'. Ini bukan bedah kecantikan kakek anda," kata dokter Seth.

Pengaruh dari media sosial dan situs kencan

"Saya pikir dengan media sosial dan pria ingin tampil menarik, mereka ingin menggunakan botox," kata dokter Paul. Dokter Seth setuju akan hal ini. Dia berkata orang kadang datang untuk suntik botox karena mereka ingin memperbaharui foto profil di media sosial.

"Ini masyarakat visual, kendati anda ingin menyalahkan internet atau memberikan penghargaan pada internet," ucapnya.

Keterbukaan akan botox dan prosedur kecantikan lain

"Kini, semakin banyak pria yang peduli akan penampilan dan mulai mengerti bahwa merawat kulit dan bahkan memanfaatkan suntikan seperti botox bisa membantu mereka untuk lebih sehat, lebih terlihat bersemangat," kata dokter Daniel. Kendati semakin diterima, para dokter sepakat bahwa para pria tidak akan datang bersamaan. Sesuatu yang lazim bagi wanita.

"Pria lebih memilih ketahuan berbelanja bra tau membeli kondom," kata dokter Terry.

Hal ini kemungkinan disebabkan pria punya toleransi yang rendah terhadap rasa sakit. Pengalaman rasa sakit saat disuntik tentu tidak akan jadi bahan obrolan bersama kawan mereka. Dokter Seth menambahkan, wanita lebih bisa menahan rasa sakit, sedangkan pria cenderung sedikit fobia jarum.

"Hal ini tidak akan jadi tabu bagi pria untuk duduk dengan teman pria mereka dari sekolah menengah dan berkata 'Kau tahu, aku baru saja suntik botox', atau 'Saya melakukan sedot lemak.' Secara umum, hal ini lebih diterima," ujar dokter Daniel Maman.

Namun, sepertinya pria masih harus menempuh jalan panjang untuk setara dengan wanita soal jumlah praktek penggunaan botox tiap tahun.