Lima Alasan Titip Oleh-oleh Jadi Menyebalkan

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Jumat, 05/05/2017 20:42 WIB
Lima Alasan Titip Oleh-oleh Jadi Menyebalkan Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wisata selalu identik dengan oleh-oleh. Tak jarang, banyak wisatawan yang sengaja membawa koper kosong untuk menampung titipan dari para kerabatnya.

Bagi yang sering bepergian, baik itu untuk berwisata atau bekerja, permintaan membelikan oleh-oleh lama-lama terasa menyebalkan.

Bagi yang belum mengerti mengapa membelikan oleh-oleh itu terasa menyebalkan, berikut ini ialah beberapa alasannya:


1. Kendala Bagasi

Setiap maskapai penerbangan membatasi berat barang bawaan penumpang tergantung kelas yang dipilih.

Maskapai Emirates misalnya, yang memberikan batas berat barang mulai dari 35 kilogram untuk kelas ekonomi, 40 kilogram untuk kelas Bisnis dan 50 kilogram untuk kelas Utama.

Jika oleh-oleh yang dititipkan berupa sepatu, tas, lukisan atau barang yang berbentuk besar dan berat, rasanya kurang pantas untuk memaksa teman untuk mengorbankan ruang di kopernya hanya demi keinginan tersebut.

2. Merepotkan

Melalui pemeriksaan bandara merupakan hal yang melelahkan, sebelum dan setelah pergi berwisata. Apalagi setelah banyak ancaman teroris, pemeriksaan pun semakin diperketat.

Benda cair, tajam, berat, besar, berbau dan berjumlah terlalu banyak tentu saja sangat dicurigai. Teman yang dititipkan oleh-oleh macam tersebut pasti sangat kesal jika harus diberhentikan untuk digeledah.

Perlu juga mengetahui ke mana tujuan teman bepergian, apakah untuk berwisata atau untuk bekerja.

Kalau teman sedang asyik berwisata, mungkin masih terasa pas untuk memesan oleh-oleh. Tapi, jika teman sedang sibuk bekerja, jangan harap oleh-oleh akan dibelikan.

Pemeriksaan bandara semakin diperketat, apalagi bagi penumpang dengan barang yang mencurigakan. (Thinkstock/Thinkstock Images)

3. Dana Terbatas

Merencanakan keuangan sangat penting sebelum melakukan perjalanan wisata. Teman yang akan pergi mungkin sudah menghitung dengan pasti berapa dana yang akan dikeluarkan.

Ada baiknya untuk menitipkan oleh-oleh dari jauh hari, sebelum ia terlajur sebal karena harus menyisihkan uangnya secara mendadak.

Pastikan barang elektronik yang dibeli di tempat wisata memiliki garansi internasional. (REUTERS/Thomas Peter)

4. Mengganti Uang

Saat meminta dibelikan oleh-oleh, jangan lupa untuk memberi uang untuk mengganti harga pembelian barang titipan.

Kalau tak punya dana, jangan kesal kalau cuma dibelikan cokelat atau gantungan kunci.

Walau teman tak meminta, jangan sungkan untuk memberinya, sebagai ganti “uang lelah”. Jika ia masih menolak, traktir saja di kedai kopi, sambil mendengarkan ceritanya berwisata.

Gerai tas Chanel banyak tersebar di kota besar Indonesia. (Dok. Chanel.com)

5. Ada di Indonesia

Pastikan kalau oleh-oleh yang dititipkan tidak ada di Indonesia, sehingga teman tak perlu direpotkan.

Rasanya, sudah banyak gerai internasional yang membuka cabang di mal besar Tanah Air. Daripada menyusahkan teman, ada baiknya untuk mencari tahu ketersediaan barang tersebut di sini.

Beberapa toko juga bersedia untuk membelikan barang tertentu yang tidak dipajang.

Memang harganya sedikit lebih mahal, namun tidak perlu sampai harap-harap cemas jika barang tak sampai ke tangan.