Travel Blogger, Profesi Idaman yang Malah Jarang 'Liburan'

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Jumat, 05/05/2017 19:04 WIB
Travel Blogger, Profesi Idaman yang Malah Jarang 'Liburan' Ilustrasi. (Jeshoots)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjadi penulis blog wisata atau travel blogger memang terlihat menyenangkan. Apalagi jika bisa mengunjungi tempat indah tanpa harus mengeluarkan biaya.

Saat ini, ada banyak travel blogger dari dalam dan luar negeri yang populer di media sosial dengan pengikut minimal ribuan orang.

Namun kehidupan tak selamanya indah. Sama seperti profesi yang lain, travel blogger juga mengalami dilema, salah satunya ialah: kapan mereka benar-benar berlibur?


Dilansir dari The New York Times pada Jumat (5/5), salah satu travel blogger dari ‘The Blonde Abroad’, Kiersten Rich, mengatakan kalau ia berharap bisa cuti dari pekerjaannya.

“Saya selalu berharap bisa cuti sejenak. Tapi, selalu saja ada jadwal baru,” kata Rich.

Diwawancara dalam kesempatan berbeda, travel blogger dari ‘Young Adventuress’, Liz Carlson, juga mengaku kalau ia tidak pernah merasakan liburan yang sesungguhnya selama hampir empat tahun.

“Sangat mudah untuk membenci pekerjaan ini,” ujar Carlson.

Dalam tulisannya di Huffington Post pada 2016, travel blogger Alyssa Ramos mengatakan kalau profesinya “biasa saja”.

“Banyak orang yang menganggap kalau travel blogger ialah profesi idaman dan kami sangat beruntung. Padahal, tidak banyak yang tahu kalau kami juga berusaha keras untuk melakukannya, demi menampilkan sesuatu yang dianggap indah,” tulis Ramos.

[Gambas:Instagram]

Sama seperti wisatawan biasa, travel blogger juga terkadang bisa merasakan kelelahan dan kebosanan yang luar biasa dalam perjalanan.

Selain harus bangun pagi agar tak terlambat ke bandara dan bolak-balik mengemas koper, mereka juga harus menulis dan mengambil dokumentasi untuk keperluan promosi.

“Perjuangan” tersebut memang berbuah manis, karena ulasan travel blogger semakin banyak dicari oleh pengguna media sosial.

Dikutip dari Travel and Leisure, kata pencarian dengan tagar #travelblog telah mencapai 5,7 juta kali.

[Gambas:Instagram]

Tak hanya ketenaran, menjadi travel blogger juga bisa menjadi pilihan profesi bagi kaum millennial yang gemar berpetualang ke tempat baru serta tak ingin kerja dibatasi ruang dan waktu.

Di Indonesia, juga ada banyak travel blogger yang bisa diikuti perjalanannya, seperti Trinity, Marischka Prudence, Travel Junkie Indonesia, Tekno Bolang, sampai Agustinus Wibowo.

Tak hanya foto cantik, dalam ulasannya mereka juga sering memberikan tips berwisata, terutama di Tanah Air yang belum seluruhnya terjamah.